Türkiye Resmi jadi Negara ke-71 Penandatangan Artemis Accords NASA

  • 01 Sep 2026 12:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Türkiye menjadi negara ke-71 yang menandatangani Artemis Accords bersama NASA.
  • Türkiye memperkuat komitmen eksplorasi antariksa melalui penerbangan astronaut dan misi Bulan AYAP-1.
  • Artemis Accords mendorong eksplorasi Bulan dan Mars secara damai, transparan, aman, dan terkoordinasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Türkiye resmi menjadi negara ke-71 yang menandatangani Artemis Accords. Kesepakatan yang diprakarsai NASA itu mendorong eksplorasi ruang angkasa secara damai dan transparan.

Dikutip laman NASA, Selasa, 1 September 2026, penandatanganan berlangsung di markas NASA, Washington, Senin, 31 Agustus 2026. Adapun, seremoni itu dipimpin Administrator NASA, Jared Isaacman.

Menteri Industri dan Teknologi Türkiye Mehmet Fatih Kacır menandatangani Artemis Accords atas nama negaranya. Presiden Badan Antariksa Türkiye Yusuf Kıraç turut hadir dalam acara tersebut.

Hadir pula Wakil Asisten Menlu AS untuk Urusan Antariksa dan Lingkungan, Connor Tomlinson. Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan Türkiye kini menjadi bagian dari koalisi internasional.

Koalisi tersebut, tambahnya, berkomitmen mendorong eksplorasi ruang angkasa secara damai dan transparan. Isaacman menegaskan NASA tidak menjalankan ambisi eksplorasi Bulan dan Mars seorang diri.

Melalui Artemis Accords, negara-negara penandatangan diberi peluang berkontribusi dalam misi Artemis. Mulai dari perangkat keras, muatan ilmiah, demonstrasi teknologi hingga satelit CubeSat.

Komitmen Türkiye terhadap eksplorasi antariksa juga ditunjukkan melalui pencapaian penerbangan antariksa berawak. Pada 2024, astronaut pertama Türkiye, Alper Gezeravcı, menjalankan misi Axiom Mission 3 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Dalam misi tersebut, ia melakukan penelitian ilmiah bersama para astronaut NASA. Pada tahun yang sama, astronaut Türkiye lainnya, Tuva Atasever, terbang dalam misi suborbital Virgin Galactic 07.

Türkiye juga akan segera meluncurkan misi Bulan pertamanya, AYAP-1. Ini menandai keterlibatan negara tersebut dalam kelompok negara yang mengembangkan dan meluncurkan satelit menuju Bulan.

Penandatanganan Artemis Accords dilakukan menjelang Türkiye menjadi tuan rumah International Astronautical Congress di Antalya pada Oktober mendatang. Puluhan negara penandatangan Artemis Accords diperkirakan hadir membahas masa depan eksplorasi ruang angkasa yang damai dan transparan.

Diketahui, Artemis Accords dibentuk pada 2020 oleh NASA dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bersama tujuh negara pendiri. Kesepakatan ini menetapkan prinsip-prinsip praktis untuk meningkatkan keselamatan dan koordinasi dalam eksplorasi Bulan, Mars, dan benda langit lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....