Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman Sukses Diluncurkan

  • 31 Agt 2026 11:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA sukses meluncurkan Teleskop Roman menggunakan roket Falcon Heavy menuju orbit L2.
  • Roman akan meneliti materi gelap, energi gelap, dan eksoplanet dengan pengamatan inframerah.
  • NASA menargetkan gambar pertama Roman dirilis pada awal 2027.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA berhasil meluncurkan Nancy Grace Roman Space Telescope menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dari Kennedy Space Center, Florida. Peluncuran berlangsung dari Launch Complex 39A, Minggu, 30 Agustus 2026.

Teleskop Roman kini memulai perjalanan selama sekitar tiga bulan menuju orbit yang berjarak satu juta mil dari Bumi. Mengutip laman resminya, Roman dirancang untuk mempelajari materi dan energi gelap, serta planet-planet di luar tata surya (eksoplanet).

Teleskop ini menggabungkan bidang pandang luas dengan kemampuan pengamatan inframerah untuk mempelajari wilayah langit dalam skala besar. Tim pengendali NASA mulai menerima data telemetri dari Roman tujuh menit setelah peluncuran.

Roket Falcon Heavy berhasil menjalankan seluruh tahapan penerbangan dan melepaskan teleskop sekitar 31 menit setelah peluncuran. Booster roket kemudian kembali dengan aman ke lokasi peluncuran untuk menjalani proses perbaikan.

Sekitar 83 menit setelah peluncuran, tim Roman mengonfirmasi panel surya dan pelindung instrumen bagian bawah berhasil terbentang. Dalam perjalanan menuju orbit L2, Roman akan menggunakan sejumlah jaringan komunikasi untuk menjaga hubungan dengan Bumi.

Beberapa pekan setelah peluncuran, Wide Field Instrument akan diaktifkan sebagai instrumen utama Roman untuk melakukan pengamatan inframerah. Kamera inframerah berkapasitas 300 megapiksel tersebut memungkinkan Roman memindai langit hingga seribu kali lebih cepat dibandingkan Teleskop Hubble.

Gambar pertama dari Roman ditargetkan dapat dirilis pada awal 2027 setelah rangkaian pengujian dan kalibrasi selama tiga bulan. Teleskop Roman diperkirakan mengirimkan data sekitar 1,4 terabyte setiap hari untuk membantu ilmuwan mengungkap berbagai fenomena kosmik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....