Presiden Regional Asia ADCS Dorong Inovasi Telekomunikasi untuk Hadapi Bencana

  • 27 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

JAKARTA — Presiden Regional Asia Digital Connectivity and Society (ADCS) Heru Sutadi mendorong inovasi telekomunikasi untuk memperkuat penanganan bencana. Menurutnya, konektivitas menjadi salah satu kebutuhan penting dalam evakuasi dan koordinasi saat bencana.

Heru mengatakan pengalaman berbagai bencana menunjukkan jaringan telekomunikasi perlu segera dipulihkan. Konektivitas dibutuhkan untuk mendukung pencarian dan pertolongan serta penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Saya mempelajari bahwa dalam penanganan bencana, salah satu unsur yang harus dipulihkan dengan cepat adalah telekomunikasi sebagai infrastruktur digital,” ujar Heru.

Karena itu, Heru mengusulkan kendaraan taktis telekomunikasi mobile untuk mendukung pemulihan jaringan di lokasi terdampak. Kendaraan tersebut dapat membawa berbagai perangkat komunikasi dan jaringan sesuai kebutuhan di lapangan.

Menurut Heru, kendaraan tersebut dapat dilengkapi teknologi jaringan 4G, 5G, serta teknologi komunikasi berbasis satelit. Teknologi tersebut dapat menjadi solusi sementara ketika BTS atau infrastruktur telekomunikasi mengalami kerusakan.

“Ketika terjadi bencana dan BTS atau infrastruktur jaringan mengalami kerusakan, kendaraan ini bisa segera masuk ke lokasi,” katanya. Menurutnya, kendaraan tersebut kemudian dapat menyediakan konektivitas sementara bagi masyarakat dan petugas.

Heru menjelaskan kendaraan telekomunikasi mobile dapat dipindahkan setelah jaringan permanen kembali berfungsi. Dengan demikian, perangkat tersebut dapat digunakan secara fleksibel untuk membantu wilayah lain yang terdampak bencana.

Selain pemulihan jaringan, Heru menekankan pentingnya penyampaian informasi kebencanaan secara cepat kepada masyarakat. Informasi yang mudah diterima dapat membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, kebutuhan tersebut relevan bagi Indonesia yang memiliki potensi berbagai jenis bencana. Kondisi geografis Indonesia juga membutuhkan dukungan teknologi komunikasi yang mampu beroperasi dalam situasi darurat.

Heru sebelumnya juga menyoroti pentingnya perlindungan konsumen dalam layanan telekomunikasi. Ia mendorong transparansi penggunaan kuota serta mekanisme yang memastikan sisa kuota pelanggan tetap dapat dimanfaatkan.

Ia juga mengingatkan perlunya koordinasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan platform digital. Koordinasi tersebut diperlukan untuk meningkatkan keamanan penggunaan nomor telepon yang sudah tidak aktif.

Heru berharap pengembangan inovasi telekomunikasi dapat berjalan seiring dengan penguatan perlindungan konsumen. Menurutnya, teknologi harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam kondisi normal maupun saat menghadapi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....