Aktor Reza Rahadian jadi Dosen Praktisi di UNJ

  • 07 Jun 2023 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Aktor sekaligus produser film Indonesia Reza Rahadian menjadi dosen pada mata kuliah Etika Profesi dan Pengembangan Diri, di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (7/6/2023). Kuliah kolaborasi tersebut merupakan implementasi program Praktisi Mengajar yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Reza mengaku senang dapat berbagi pengalaman dan perspektif bersama dengan para mahasiswa. Di hadapan 160 mahasiswa, dia menekankan kedisiplinan dan profesionalisme menjadi hal penting dimanapun seseorang berkarier.

"Bekerja di industri film, disiplin merupakan tuntutan utama, dari mulai datang ke lokasi dan lain-lain, jadwal-jadwal lain diikuti. Itu baru dari jam kerja, belum lagi harus disiplin menjaga fisik, sehat,dan bisa fokus, serta konsentrasi, seperti naskah yang dihapal, akting yang dilatih, dan lainnya,” kata Reza dalam konferensi pers, di Gedung Ki Hajar Dewantara, UNJ, Rabu (7/6/2023).

Selain itu, lanjut Reza, mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mengakselerasi minat dan bakat. "Penting scale up skill sebab mau semaju apapun itu teknologi dibuat manusia, tetap penting bagi mahasiswa untuk bisa mengetahui kesempatan dan pilihan bidang kerja," ujarnya.

Reza mengatakan, hal yang membuatnya tertarik menjadi dosen praktisi di UNJ adalah karena teringat akan masa sekolahnya dulu. Menurutnya, kesempatan untuk bertemu dengan praktisi yang memiliki pengalaman kerja merupakan sebuah kemewahan.

"Saya sangat tertarik dengan program ini. Karena saya tahu betapa ketika saya dulu sekolah bertemu dengan seseorang yang mungkin sudah mempunyai pengalaman kerja dan bisa berbagi itu luxury," katanya, menceritakan.

Ia juga mengaku sangat memberi perhatian pada dunia pendidikan. Terlebih lagi selama tujuh tahun terakhir ia menjadi global ambassador salah satu NGO.

"Jadi menurut saya, enough within saya kenapa ada di sini hari ini, tentunya untuk berbagi dan ikut berkontribusi dalam program praktisi mengajar ini. Mudah-mudahan ada kelas-kelas lain yang bisa saya hadiri," ujarnya.

Reza berharap, apa yang ia bagikan dalam kelas dapat membuat mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin muncul saat terjun ke dunia kerja. "Karena seperti yang kita ketahui, dunia kerja dengan dunia pendidikan yang mereka tempuh hari ini bisa jadi ada gap-gap yang ternyata muncul ketika bekerja," ucapnya.

Rektor UNJ, Komarudin, mengapresiasi kegiatan Praktisi Mengajar yang merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbudristek. Hal itu, menurutnya, sangat bagus dalam rangka berbagi pengetahuan dan ketrampilan bagi mahasiswa di UNJ.

"Kami senang aktor Indonesia Reza Rahadian turut menjadi praktisi pada Kuliah Kolaborasi Praktisi Mengajar di UNJ. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan turut menambah kolaborasi serta skill bagi mahasiswa UNJ," kata Komarudin.

Kepala Program Praktisi Mengajar Kemendikbudristek, Gamaliel Waney, mengatakan, kolaborasi perguruan tinggi dengan praktisi memang sudah terjalin. Hanya saja secara jumlah belum banyak dan secara proses perkuliahan tidak berlangsung lama.

"Memang sudah ada, tapi kurang banyak. Ada 1,7 juta praktisi ahli belum masuk," kata Gamaliel.

"Kalau sudah masuk kurang lama, sedang intensif tersebut harus kita jaga. Kesiapan lulusan jadi fokus MBKM melihat seberapa cepat terserap masuk lapangan kerja membantu perekonomian," katanya, menambahkan.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJ, Suyono, mengatakan, kolaborasi praktisi terbanyak di UNJ terjadi di Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi. Pihaknya juga merancang kurikulum perkuliahan agar dapat mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan abad 21 seperti kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis.

"Harapannya para lulusan UNJ memiliki soft skill-soft skill untuk beradaptasi di dunia kerja. Tentunya akan berlanjut pada sesi berikutnya untuk kegiatan Kuliah Kolaborasi Praktisi Mengajar di UNJ," kata Suyono.

Praktisi Mengajar merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) agar lulusan perguruan tinggi lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Program ini mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen juara agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam dan bermakna antar sivitas akademika di perguruan tinggi dan profesional di dunia kerja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....