​Era Digitalisasi Pengaruhi Lonjakan Kosakata KBBI Bahasa Indonesia

  • 15 Mei 2023 18:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: BRIN menegaskan, terjadi penambahan kosakata dalam KBBI di era digital saat ini. Yakni, mencapai 200.000 kosakata bahasa Indonesia dalam KBBI edisi terakhir yang diluncurkan tahun 2018.

"Dilihat di era digitalisasi lonjakan penambahan kosakata meningkat, capaian sejak 1970-2000 hanya sekitar 5000-an kosakata dalam KBBI. Sejak tahun 2000 hingga 2018, yang terakhir KBBI edisi kelima terbit itu sudah lebih dari 200ribuan kosakata," kata Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN Fairul Zabadi seusai menerima penghargaan periset berprestasi dalam rangkaian acara Dua Tahun BRINteraksi, Jakarta, Minggu (7/5/2023).

Fairul mengatakan, pengembangan jumlah kosakata kamus menjadi alat ukur dari majunya sebuah bahasa. Hal ini tidak lepas dari perkembangan era digitalisasi dan juga masifnya penggunaan media sosial.

"Adanya lonjakan jumlah kosakata itu menjadi pertanda yang cukup baik. Namun, jumlah kosakata tidak hanya berhenti menjadi tumpukan buku dalam kamus," ucap Fairul.

Fairul menegaskan, pembinaan bahasa harus dilakukan. Misalnya, masih banyak kata memakai istilah asing, padahal dalam kosakata dalam KBBI sudah ada.

"Harus terus dilakukan pembinaan bahasa, karena penggunaan kosakata kita dalam bahasa Indonesia digunakan semua kalangan. Baik oleh pelajar, masyarakat, hingga pejabat, banyak yang belum menggunakan kaidah bahasa yang benar," ujar Fairul.

Oleh sebab itu, dalam konteks ini, Fairul khawatir. Jika hal ini terus dibiarkan, maka bahasa Indonesia akan menjadi tamu di negeri sendiri.

"Tugas besar bagi kita semua, begitu juga periset BRIN untuk melakukan kajian-kajian bermanfaat. Semua itu dalam rangka melindungi bahasa dan sastra, agar bisa tumbuh berkembang menjadi identitas bangsa," ucap Fairul.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....