Ratusan Sekolah di Batam Kekurangan Tenaga Guru

  • 05 Mei 2023 18:31 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Kabar tak sedap terkait kekurangan guru semakin menyeruak di Kota Batam, sebab, kabar kekurangan guru ini justru terjadi menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru 2023. Tidak tanggung – tanggung, kekurangan guru untuk sekolah tingkat Dasar dan Menengah Pertama ini mencapai kurang lebih 700 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto kepada RRI mengatakan kekurangan guru yang ia sampaikan beberapa waktu lalu ialah guru sekolah negeri. Saat ini adapun langkah yang diambil untuk memenuhi kekurangan tersebut ialah pembukaan jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun pada kenyataannya dalam pendaftaran formasi guru mata pelajaran, bidang PJOK dan PKN Justru Sepi Peminat.

“dalam formasi kebutuhan guru contohnya guru PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan), guru PKN (Pendidikan Kewarganegaraan), Guru BK (Bimbingan Konseling) seni budaya dan TIK ini banyak tapi tidak ada yang mendaftar, jadi sekarang ini pak banyak guru yang selain mengajar di mata pelajaran utama juga mengajar di TIK dan juga prakarya” Ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, Jumat (5/5/2023).

Sementara kekurangan guru serupa juga terjadi di sekolah swasta. Kepala sekolah Globe National Plus Batam, Muhammad Raihan yang juga sekaligus ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta mengeluhkan hal serupa yakni kekurangan guru.

Berbeda motif dengan disdik yang kekurangan pendaftar, sekolah swasta dikatakan pria yang akrab dipanggil acui ini mengatakan justru kekurangan guru diakibatkan pembukaan PPPK yang mewajibkan Dapodik, sehingga para guru di sekolah swasta hengkang dan mengakibatkan kekurangan guru diwaktu yang sama.

“yang boleh mendaftar PPP3 dia wajib pengalaman kerja dua tahun, terus dia terdaftar di Dapodik (Data Pokok Kependidikan), artinya kan merampas gitu, jadi swasta ini kekurangan ini, semua guru mendadak dipanggil pemerintah. Seharusnya kan pemerintah tahu ini tahun depan butuh berapa guru, dipersiapkanlah, guru diberikan pelatihan atau pemerintah menitipkan guru belajar di swasta dulu, betul gak ? sudah itu baru dipanggil, sekarang swasta ini blak – blakan ini anak murid pada nangis gurunya ditarik sama pemerintah” Tegas Muhammad Raihan.

Permasalahan tidak selesai sampai disitu, kekurangan guru ini justru terjadi jelang penerimaan peserta didik baru, dengan melunjaknya jumlah siswa maka pemerintah dan swasta harus mencari solusi agar semua dapat tertampung sekaligus mendapatkan pengajaran yang optimal dengan jumlah pengajar yang kurang. (ARK/NM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....