LPPM Untag Surabaya Bahas Peran Dosen untuk Asta Cita

  • 29 Apr 2025 10:54 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses menggelar Forum Ilmiah dengan tema "Revitalisasi Peran Dosen dalam Mewujudkan Asta Cita Nasional melalui Inovasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat." Forum yang berlangsung pada Jumat, 25 April 2025, di Auditorium Gedung R. Ing. Soekonjono ini bertujuan memperkuat kapasitas dosen dalam riset dan pengabdian.

Acara dibuka oleh Ketua LPPM Untag, Aris Heri Andriawan, S.T., M.T., yang mengungkapkan pentingnya kegiatan ini sebagai lanjutan dari serangkaian workshop dan pelatihan tahunan. "Kami ingin kualitas proposal dosen yang disubmit di BIMA Kemdikbudristek terus meningkat untuk mendukung hibah riset dari berbagai sumber," ujarnya.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D. "Untag Surabaya berkomitmen menjaga semangat nasionalisme melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian," tuturnya.

Dalam paparan sebagai Keynote Speaker, Prof. I Ketut Adnyana menekankan peran dosen dalam mewujudkan Asta Cita Nasional. Dosen dianggap sebagai ujung tombak dalam membangun budaya ilmiah berbasis inovasi, baik untuk kebutuhan saat ini maupun prediksi tantangan masa depan. "Inovasi harus bersifat dual, untuk saat ini dan masa depan," ujar Prof. Adnyana.

Menurut Prof. Adnyana, peningkatan literasi dosen di berbagai bidang, termasuk teknologi, sosial, budaya, dan ekonomi, sangat penting. Hal ini diyakini dapat memperkuat kemampuan dosen dalam memberikan solusi berbasis riset yang relevan dengan permasalahan bangsa.

"Perguruan tinggi yang kuat dalam budaya akademik akan menarik minat mahasiswa," katanya.

Sesi diskusi interaktif juga digelar untuk membahas strategi meningkatkan kualitas proposal riset di platform BIMA, peluang hibah, serta pentingnya integrasi program nasional dalam pengembangan riset kampus. Diskusi ini menekankan pentingnya sinergi antara dosen, institusi, dan pemerintah.

Di akhir forum, Prof. Ketut Adnyana mengajak seluruh dosen Untag untuk terus meningkatkan literasi di berbagai bidang, termasuk teknologi, digital, dan sosial-budaya. "Pemahaman yang luas akan meningkatkan kepekaan terhadap persoalan bangsa dan mendorong kontribusi melalui riset dan pengabdian," katanya.

Dengan forum ini, Untag Surabaya mempertegas komitmennya untuk memperkuat peran dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung terwujudnya Asta Cita Nasional. Sinergi yang terjalin antara dosen, institusi, dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan semangat kebangsaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....