Sedimen Laut Jadi Pemicu 'Area Mati', Lautan Terancam
- 26 Apr 2025 09:24 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Fenomena "area mati" atau dead zones di laut kian mengkhawatirkan. Area mati adalah wilayah perairan dengan kadar oksigen yang sangat rendah atau bahkan habis sama sekali, sehingga tidak bisa mendukung kehidupan organisme laut.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kehidupan bawah laut, tetapi juga berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan sektor perikanan. Dikutip dari nationalgeographic.grid.id, salah satu penyebab utama munculnya area mati adalah akumulasi sedimen laut.
Sedimen merupakan material padat seperti lumpur, pasir, dan sisa-sisa organik yang terbawa dari daratan ke laut. Sedimen ini masuk melalui sungai, erosi tanah, dan limpasan air hujan dari lahan pertanian atau permukiman.
Meski secara alami merupakan bagian dari siklus bumi, sedimen berlebih dapat menimbulkan masalah serius di lingkungan laut. Saat sedimen mengendap di dasar laut, terutama yang mengandung banyak bahan organik, akan terjadi proses dekomposisi yang membutuhkan oksigen dalam jumlah besar.
Proses ini menyebabkan kadar oksigen terlarut di air menurun drastis. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini menciptakan lingkungan yang tidak mendukung kehidupan, sehingga terbentuklah area mati.
Tak hanya mengganggu makhluk hidup, penumpukan sedimen juga bisa menghambat pergerakan air dan cahaya di laut. Hal ini berpengaruh pada proses fotosintesis fitoplankton dan terumbu karang, yang merupakan dasar rantai makanan laut.
Jika dasar rantai ini terganggu, dampaknya bisa merambat ke spesies yang lebih besar, termasuk ikan yang biasa dikonsumsi manusia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa area mati kini semakin banyak ditemukan di laut-laut dangkal yang dekat dengan wilayah padat penduduk.
Aktivitas manusia seperti pembangunan pesisir, penggunaan pupuk kimia di pertanian, serta penebangan hutan memperparah masuknya sedimen ke laut. Dalam beberapa kasus, area mati bahkan meluas hingga ratusan kilometer persegi.
Kondisi ini tentu menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan laut sebagai sumber daya. Selain berdampak ekologis, area mati juga mempengaruhi ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.
Penurunan populasi ikan dan biota laut lainnya bisa menyebabkan kerugian besar dalam jangka panjang. Penting bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap dampak aktivitas di darat terhadap kondisi laut. Pengelolaan wilayah pesisir, pengurangan polusi, serta rehabilitasi daerah tangkapan air bisa menjadi langkah awal untuk mencegah perluasan area mati. Laut yang sehat adalah tanggung jawab bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....