Geopark Nasional Ngarai Sianok - Manınjau Menjadi UNESCO Global Geopark (UGG), Walikota Bukittinggi Support
- 27 Mar 2025 15:21 WIB
- Bukittinggi
KBRN,Bukittinggi; Sehubungan dengan upaya peningkatan status Geopark Nasional Ngarai Sianok - Manınjau menjadi UNESCO Global Geopark (UGG), Badan Pengelola (BP) Geopark Ngarai Sianok - Maninjau telah menyusun dokumen usulan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh UNESCO dan Komite Nasional Geopark Indonesia.
Dalam rangka pengajuan usulan tersebut, diperlukan rekomendasi darı sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan geopark termasuk rekomendasi dari Walikota Bukittinggi guna memperkuat proposal juga Kamis (27/3/2025) pagi dilakukan pertemuan antara Walikota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias,SH, Wakil Walikota Bukittinggi ibnu Asis,STP bersama Badan Pengelola Geopark Ngarai Sianok - Maninjau serta Tim Pengembangan Wisata Sumatera Barat Muhammad Zuhrizul.,SE.MLT, Kepala Badan Pengelola (BP) Geopark Ngarai Sianok - Maninjau Ahmad Fadhly,ST.MT juga dihadiri Kadis Pariwisata Kota Bukittinggi Rofie Hendria.,S.STP.M.Si & Kepala Bappeda Kota Bukittinggi Robby Novaldi.,SE.M.Ec.Dev & Kabid Destinasi Dispar Kota Bukittinggi Rinaldi irwan

Dari rekomendasi ini dapat menjadi bagian dari komitmen bersama dalam pelestarian warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan Ngarai Sianok - Maninjau dan keduanya saling mendukung termasuk kelengkapan administrasii dan itu sangat penting dan paling diutamakan.
Walikota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias,SH sampaikan bahwa keaslian yang ada bisa diukur yang ada di Ngarai Sianok dan sebagai warisan Geologi terbentuk dari proses alam dorong untuk memajukan dan termasuk dukungan Bupati Agam
Juga dikatakan bahwa jika Ngarai Sianok bisa diwujudkan kearah UGG maka pembenahan bisa dikembangkan olah sepeda, air maupun Camping Area namun banyak hal banyak bisa dikelola.
“Jadi..intinya dalam menjadikan Geopark Nasional Ngarai Stanok - Manınjau menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) merupakan peluang besar harus dirubah paradidma selama ini di masyarakat dan jika tidak dimanfaatkan maka suatu kerugian bagi kita di Bukittinggi,”ujar ramlan

Ketua Tim Pengembangan Wisata Propinsi Sumatera Barat Muhammad Zuhrizul.,SE.MLT akui selaku pegiat Wisata tidak digaji bahkan sering dijadikan bulan bulanan di Bully karna dianggap belum bisa mengembangkan Geopark di kampungnya sendiri dan dengan adanya dukungan diberikan pak Walikota ini kami pun selaku penggiat pariwisata dengan adanya dukungan diberikan dari walikota sudah merasa senang termasuk siap lebaran akan diagendakan adakan rapat dengan Badan Pengelola (BP) Geopark Ngarai Sianok - Maninjau
Bahwa ini semua merupakan pondamen dari wisata itu sendiri bahwa keberadaan Geopark diharapkan kiranya berbasis berbasis mitigasi bencana dan ketahaan pangan dan etika wisata terletak pada Geopark dan tidak dianggap sbagai buayan kaliang dalan kembangkan wisata.

Justru dalam kaitan itu semua pariwisata tidak membuat merk merk besar atau wisata trend tapi semakin natural justru wisata itu makin mahal dan paling terpenting memperkuat jejaring yang ada dan justru menjadi kita selama ini.
Dari pertemuan dilakukan ini sekaligus bersilahturahmi juga M. Zuhrizul saat ini sebagai General Manager / Kepala Badan Pengelola Geopark berharap Kepala Daerah bisa membangun komunikasi dengan Kementrian BUMN dalam upaya memajukan ivent pariwisata termasuk memperkenalkan Geopark Ngarai Sianok – Maninjau secara Nasional.
Jika Pemahaman geopark itu bisa terwujud dan terbangun maka tidak akan mungkin selanjutnya harus diturunkan diwujudkan kedalam Geopark Goes to School bagaimana mencintai alam bisa membangun ekologi,”tutupnya. (JM/RRI BKT)
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....