Perubahan Iklim Turut Mengancam Masyarakat Adat

  • 16 Mar 2025 12:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN,Jakarta: Perubahan iklim semakin mengancam masyarakat adat di berbagai wilayah, terutama karena degradasi hutan dan alih fungsi lahan. Hal ini dikatakan Muhammad Burhanuddin, selaku Environmental Policy Manager Yayasan KEHATI kepada RRI, Minggu (16/3/2025).

Dirinya menyoroti bahwa masyarakat adat kerap kehilangan mata pencaharian akibat rusaknya ekosistem yang selama ini menopang kehidupan mereka. "Selain kehilangan mata pencaharian, mereka juga menghadapi keterbatasan dalam regenerasi pengetahuan tentang cara menjaga fungsi lahan, terutama di hutan", ujarnya.

Saat ini, sekitar 2,5 juta hektare hutan adat telah beralih fungsi menjadi lahan konsesi. Banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, mengubah kawasan hutan menjadi perkebunan, pertambangan, dan infrastruktur, yang berdampak pada semakin sempitnya ruang hidup masyarakat adat.

Ironisnya, dalam kebijakan pembangunan nasional, peran masyarakat adat dalam keberlanjutan lingkungan masih belum mendapatkan perhatian yang layak. Meski menghadapi tantangan besar, berbagai komunitas adat telah membuktikan bahwa mereka dapat menjadi solusi dalam menghadapi krisis iklim.

"Contohnya komunitas adat di NTT, Flores, yang membangkitkan pangan lokal dengan mengkonsumsi sorgum sebagai alternatif ketahanan pangan di tengah perubahan iklim. Di berbagai wilayah lainnya, masyarakat adat juga mengembangkan strategi berkelanjutan", ujar Burhanuddin.

Praktik pertanian organik, menanam pohon di kawasan hulu, serta mengambil sumber daya alam secara bijak untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

"Masyarakat adat Dayak Liban di Kalimantan Barat melakukan revitalisasi pewarna alami untuk kain tenun. Sekaligus menghidupkan kembali sistem mata pencaharian tradisional yang mulai ditinggalkan," ujar Burhanuddin.

Dirinya menegaskan, bahwa melibatkan masyarakat adat dalam kebijakan lingkungan dapat membawa dampak besar. Implementasi dalam skala besar melalui hukum lingkungan dapat menjadi solusi dalam menjembatani tantangan ekologi dan ekonomi.

"Beberapa negara seperti Chili dan Brasil telah melibatkan masyarakat adat dalam kebijakan lingkungan mereka. Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama agar keberlanjutan lingkungan dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat adat," ujar Burhanuddin.

Masyarakat adat memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim. Dengan mengakui hak mereka serta melibatkan mereka dalam kebijakan nasional, Indonesia dapat memastikan bahwa keberlanjutan ekologi dan ekonomi berjalan seiring.

Namun, tanpa kebijakan yang kuat untuk melindungi hutan adat dan memastikan hak masyarakat adat atas tanah mereka, risiko kehilangan warisan ekologis dan budaya akan semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....