Sejarah Kancing dan Perkembangannya Dalam Dunia Busana
- 08 Des 2024 13:29 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Kancing atau buah baju adalah alat kecil berbentuk pipih, bulat, atau bentuk lainnya yang digunakan untuk menyatukan dua helai kain dengan cara memasukkan kancing ke dalam lubang kancing pada pakaian. Kancing juga dapat berfungsi sebagai ornamen pada busana. Biasanya, kancing terbuat dari berbagai bahan seperti plastik, logam, kayu, kerang, atau bahan sintetis lainnya. Kancing dapat dipasang pada berbagai bagian pakaian, seperti bagian depan baju, ujung lengan, atau pada bagian belakang gaun.
Kancing memiliki lubang-lubang di permukaannya yang digunakan untuk jalur benang jahitan, dan dapat dipasang dengan menggunakan jahitan tangan atau mesin jahit. Seiring dengan perkembangan zaman, kancing memiliki berbagai bentuk dan fungsi, serta dapat ditemukan dalam beragam desain busana.
Letak dan Desain Kancing
Letak kancing merupakan bagian dari desain busana. Kancing umumnya dipasang pada bagian muka tengah (seperti pada kemeja, jas, blus, atau kebaya), bagian belakang gaun, ujung lengan kemeja dan jas, atau bahu (epolet). Pada belahan baju wanita, kancing dipasang di sisi kiri, sementara lubang kancing berada di sisi kanan. Sebaliknya, pada baju pria, kancing terletak di sisi kanan, dan lubang kancing di sisi kiri. Biasanya, sehelai pakaian dipasangi kancing dengan bentuk, ukuran, warna, dan motif yang serupa.
Jenis-jenis Kancing
- Kancing Besi
Kancing besi adalah jenis kancing yang terbuat dari bahan logam, umumnya digunakan untuk pakaian yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan lebih. - Kancing Lubang Dua dan Kancing Lubang Empat
Kancing ini memiliki dua atau empat lubang untuk jalur benang jahitan, yang memungkinkan kancing dipasang dengan menggunakan jahitan tangan atau mesin jahit. - Kancing Jepret (Kancing Tekan atau Kancing Hak)
Kancing jenis ini terdiri dari dua bagian: bagian cembung dan bagian cekung. Kedua bagian ini mengunci ketika ditekan dan terlepas saat ditarik. - Kancing Bungkus
Pada jenis kancing ini, kain digunakan untuk membungkus kancing. Lubang untuk jalur benang terletak di bagian belakang kancing. - Kancing Sengkelit
Kancing ini dipasangkan dengan rumah kancing berupa sengkelit dari lipatan kain, sehingga tidak perlu melubangi kain. Kancing ini sangat cocok untuk kain tipis. - Kancing Cina
Kancing dan rumah kancing pada jenis ini dibuat dari simpul-simpul tali kor.
Sejarah kancing menurut wikipedia, kancing yang pertama kali dikenal sebagai ornamen di Peradaban Lembah Indus sekitar tahun 2000 SM, memiliki sejarah panjang yang berkembang dari sekadar dekorasi menjadi elemen fungsional dalam pakaian. Awalnya, kancing-kancing tersebut diukir dengan bentuk geometris dan dilubangi untuk dapat dijahit pada pakaian menggunakan benang. Penemuan kancing tertua yang terbuat dari cangkang kerang bergelombang ditemukan di situs arkeologi Mohenjo-Daro di Lembah Indus, diperkirakan berusia sekitar 5.000 tahun.
Kancing dengan fungsi praktis, yaitu untuk mengancing dan menutup pakaian, pertama kali dikenal di Jerman pada abad ke-13. Penggunaan kancing semakin meluas seiring dengan tren busana yang pas badan pada abad ke-13 dan 14 di Eropa, di mana pakaian mulai dipadukan dengan kancing untuk memudahkan pemakaian.
Pada abad ke-17, kancing menjadi simbol status sosial, di mana hanya orang-orang kaya yang mampu memilikinya. Pria biasanya mengenakan pakaian mereka sendiri, sementara wanita memiliki pelayan wanita yang membantu mereka mengenakan pakaian. Pemasangan kancing di sisi kiri pakaian wanita mempermudah pelayan wanita dalam mengancingkan pakaian tuan mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....