Wamenlu: Forum Indonesia-Afrika Bawa Semangat Global South

  • 23 Agt 2024 15:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indonesia-Africa Forum atau Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2, akan membawa semangat Global South. Kata Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury, dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi media, Kamis (22/8/2024) di Jakarta.

Semangat Global South akan menjadi elemen kunci yang membedakan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika dari negara-negara lain. Kepentingan ini meliputi hak setiap negara untuk mengembangkan diri, serta upaya mengatasi kebijakan diskriminatif dan proteksionis,

“Termasuk dalam narasi kebijakan lingkungan (green protectionism). Topik ini akan menjadi salah satu agenda utama dalam Indonesia-African Forum (IAF) ke-2 yang akan dilaksanakan di Bali pada 1-3 September 2024,” ujar Pahala.

Adapun Global South merupakan sebuah istilah yang muncul sebagai akibat terjadinya ketimpangan antara negera-negara Utara (negara maju) dengan negara-negara Selatan (negara berkembang). Global South umumnya merupakan negara-negara berkembang serta terbelakang, yang baru saja merdeka dari negara-negara Global North yang merupakan negara-negara maju industrialis dan mantan kolonialis.

Pahala menegaskan, kedekatan antara Indonesia dan negara-negara Afrika sebagai bagian dari Global South akan memainkan peran penting. Yaitu, dalam mengembangkan kerja sama pembangunan yang saling menguntungkan.

“Kedekatan historis antara Indonesia dan Afrika, yang telah terjalin sejak Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Akan kembali diperkuat sebagai tema dalam IAF ke-2: "Bandung Spirit for Africa's Agenda 2063.",” ucapnya.

“Sebagai negara berkembang dengan sumber daya alam melimpah dan populasi besar, Indonesia bersama negara-negara Afrika memiliki kepentingan serupa. Yakni, dalam memperkuat kolaborasi di empat sektor prioritas: ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan kesehatan, dan ketahanan mineral.”

Lebih lanjut Pahala menambahkan, negara-negara Afrika memiliki potensi besar bagi Indonesia melakukan diversifikasi pasar ekspor, pasokan komoditas, dan investasi luar negeri. Selain, kerja sama ini dapat membuka peluang baru untuk meningkatkan konektivitas ekonomi dan memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Afrika.

IAF ke-2 akan dihadiri oleh kepala negara dan pejabat tinggi dari negara-negara Afrika serta akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Acara ini diharapkan dapat menghasilkan nota kesepahaman dengan total nilai mencapai USD3,5 miliar, bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi saling menguntungkan kedua kawasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....