Konferensi Internasional ASEAN School of Business Network
- 09 Agt 2024 17:31 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Meningkatkan kolaborasi antar sekolah bisnis di Asia Tenggara dalam platform tunggal ASEAN School of Business Network (ASBN) yang diinisiasi Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Islam Indonesia (UII) sejak 30 November tahun 2023 lalu, untuk pertama kalinya ASBN menggelar konferensi internasional di Yogyakarta, dalam memperkuat internasionalisasi para anggotanya.
Presiden ASBN Arif Hartono, Ph.D., mengatakan, inisiasi hadirnya platform tunggal ASBN ini, guna mendukung seluruh aktivitas dan program Internasionalisasi, yang diharapkan semakin meningkatkan pengembangan, dan menguatkan kolaborasi dalam pendidikan perguruan tinggi. Sekaligus menjadi platform dalam pertukaran pengetahuan dan informasi terutama mobilisasi dosen, peneliti, dan mahasiswa.
"Kami menyadari betul, untuk Internasionalisasi kita tidak bisa berjuang sendiri, kita perlu partner. Tapi partner-nya juga internasional dan yang menurut kami paling achievable, reliable adalah kawasan regional ASEAN. Ini putaran pertama, Insyaallah tahun depan di Malaysia," kata Arif disela pelaksanaan The 1st ASEAN School of Business Network (ASBN) International Conference 2024, di Royal Ambarrukmo, Kamis (8/8/2024).
Dekan FBE UII Prof. Johan Arifin menyampaikan, inisiasi ASBN merupakan salah satu implementasi rencana strategis (renstra) fakultas, yaitu internasionalisasi. "Dengan ASBN akan mendukung akreditasi seluruh prodi di FBE UII, khususnya ASBN di jurusan Manajemen. Kita punya bisnis digital, manajemen S1, S2, S3. Adanya ASBN yang diinisiasi UII, sehingga nanti menjadi tonggak sejarah ketika suatu saat nanti kita tidak tahu lima sampai sepuluh tahun ke depan perkembangannya," kata Prof. Johan.
Chairperson of the 1st ASBN International Conference Dr.rer.soc.oec. Jaya Addin Linando menyebutkan, konferensi internasional ASBN merupakan rangkaian ASEAN Week yang dilaksanakan berbarengan dengan hari lahirnya ASEAN, dengan dua garis besar acara yang bersifat umum dan pelajar yang terbagi dalam enam aktivitas salah satunya seminar dengan menghadirkan tiga pembicara Prof. Vanessa Ratten dari La Trobe University Aystralia, Prof. Mustafa bin Mohd Hanefah, dan Anugrah Pakerti CEO AVO Innovation Technology.
"Stream kegiatan kita itu ada enam, tetapi yang membutuhkan registrasi ada stream, yang pertama conference, student Colloquium dengan total pendaftar 103 presenter, presenter disini adalah peneliti baik berstatus sebagai mahasiswa maupun dosen, ada juga peneliti dari praktisi BUMN, swasta," kata Addin.
Addin menambahkan, untuk Student Business Case Competition dari AVO Group diikuti 134 peserta, yang tidak hanya mengeluarkan ide namun juga membangun diskusi dengan orang yang baru kenal. Sedangkan Student Essay Competition diikuti 147 peserta. "Dari individu yang mendaftar kemudian jadi kelompok kita ambil lima besar, untuk business case dan besuk tanggal sembilan, peringkat lima besar akan mempresentasikan karya atau proposal mereka untuk AVO skin yang dinilai juri," ucap Addin.
Addin menjelaskan, sebanyak 384 peserta tidak hanya dari negara ASEAN, tetapi diikuti peserta dari Bangladesh, Asia Timur, UK, Perancis, Korea, hingga Amerika. (yan/par)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....