Bangladesh Mencekam, Mahasiswa Minta Dipulangkan

  • 06 Agt 2024 01:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Mahasiswa Indonesia mencemaskan dengan situasi keamanan di Bangladesh yang semakin memburuk. Rakyat Bangladesh turun ke jalan menyampaikan kemarahannya atas kepemimpinan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina.

“Kondisinya semakin khawatir dan semakin parah jika dibandingkan protes dari fase pertama dua mingu lalu . Saya cemas pada keselamatan diri saya dan pihak kampus sudah akanmengevakuasi pada Jumat mendatang,” kata mahasiswa Indonesia di Bangladesh, Kristian Yudhanto, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin (5/8/2024).

Mahasiswa Indonesia di Bangladesh, Kristian Yudhanto, dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Senin (5/8/2024). Kristian mengatakan situasi keamanan semakin mengkhawatirkan. (Foto: RRI Net).

Kristian berharap operasional bandara kembali normal sehingga dapat pulang ke Indonesia. Saat ini aktivitas bandara lumpuh sehingga tidak ada penerbangan baik internasional maupun domestik.

Kristian menggambarkan situasi ‘mengerikan’ di Bangladesh. Penjarahan terjadi diberbagai tempat bahkan kediaman Hasina tidak luput dari penjarahan, mereka mengambil barang-barang milik Hasina.

Jalan tidak aman karena tidak ada pengamanan dari aparat kepolisian. Masyarakat membawa senjata baik laras pendek maupun laras panjang, helikopter menembaki massa sehingga korban jiwa tidak dapat dihindari.

“Hasina meninggalkan jabatan dan terbang ke negara lain. Penjarahan dimana-mana, dan setelah meninggalkan Bangaldesh, terjadi penjarahan besar bahkan rumah Hasina dijarah, baju dan koper dijarah massa,” ujarnya.

Seorang perempuan Bangladesh memperlihatkan koper mewah, yang diketahui milik mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Massa menyerbu dan menjarah kediamanan Hasina. (Foto: Perhimpunan Pelajar Indonesia Bangladesh).

Saat ini Kristian berada di asrama kampus dalam keadaan baik. Hanya saja Kristian tidak menjamin situasi keamanan kedepan karena eskalasi semakin meningkat.

Ada lima mahasiswa di Bangladesh, dengan rincian dua orang di Dhaka dan tiga lainnya di Chittagong. “Kami tidak tau eskalasi kedepan seperti apa, demo pertama disekitar kampus aman tapi sekarang disekitar kampus ada demo,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa di Bangladesh terjadi sejak Juli 2024. Aksi unjuk rasa dipicu oleh kebijakan Hasina terkait kuota seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintan ingin kembali menggunakan sistem kouta, yakni 30 persen untuk keluarga veteran yang berjuang dalam perang pada tahun 1971.

Sementara yang menolak kebijakan tersebut menginginkan seleksi dilakukan dengan sistem yang telah berjalan dan transparan. Atas kebijakan tersebut, massa mahasiswa pro dan kontrak, saling bentrok bahkan bentrokan melibatkan polisi.

Aksi unjuk rasa yang sempat mereda, kembali bergejolak dengan tuntutan Hasina mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri. Hasina akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya usai pengunjuk rasa menyerbu kediamannya, dan pemberitaan media setempat menyebut Hasina meninggalkan negaranya ke India.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....