Perusuh Bakar Hotel Penampungan Pencari Suaka di Inggris

  • 05 Agt 2024 14:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Rotherham: Sejumlah perusuh menerobos dan membakar hotel-hotel yang digunakan untuk menampung pencari suaka di Inggris bagian utara, Minggu (4/8/2024). Insiden ini menjadi kerusuhan sosial terburuk di negara itu sejak beberapa tahun terakhir.

Dikutip dari CNN News, kekacauan ini berawal dari penusukan terhadap tiga gadis muda di Southport, barat laut Inggris. Kelompok ekstrim kanan memanfaatkan peristiwa tersebut dengan menyebarluaskan informasi palsu bahwa para pelakunya adalah kaum imigran.

Tujuannya jelas untuk memicu gelombang protes anti-muslim dan anti-imigran di seantero negeri. Padahal, polisi telah menyatakan bahwa pelaku adalah kelahiran Inggris dan bukan imigran.

Akibatnya, pengunjuk rasa lalu merusak dan membakar dua hotel Holiday Inn masing-masing di Tamworth dan Rotherham. Hotel di Tamworth disebut oleh para politisi setempat sebagai tempat penampungan para pencari suaka di Inggris.

Kerusuhan di Tamworth menyebabkan seorang petugas polisi terluka. Sedangkan di Rotherham, para perusuh menggunakan alat pemadam kebakaran untuk melawan petugas.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengutuk aksi kekerasan yang menyebabkan 147 orang ditangkap. Dia memperingatkan akan menindak tegas para perusuh sesuai hukum yang berlaku.

"Rakyat di negara ini berhak memiliki rasa aman," ujarnya. Menurut Starmer, komunitas muslim dan minoritas lainnya menjadi sasaran para perusuh, termasuk masjid tempat ibadah mereka.

Di sisi lain, mereka juga menyerang polisi dengan menyiarkan retorika rasis dan salam Nazi. "Ini jelas perbuatan kaum ekstrem kanan," ujarnya dari kediamannya di Downing street, London.

Kepala Kepolisian Inggris, Dame Diana Johnson, menegaskan pihaknya akan tegas menangkap dan mendakwa para perusuh langsung dari jalanan. Meski begitu, dia menyatakan belum mengerahkan kekuatan militer untuk menghentikan kekacauan tersebut.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Inggris akan memberi perlindungan lebih untuk masjid-masjid di Inggris dengan keamanan darurat. Berdasarkan peraturan ini, pihak masjid dapat langsung meminta polisi dan otoritas lokal bertindak cepat salam kondisi darurat.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, menegaskan tidak ada alasan yang dapat dibenarkan dari tindakan kelompok perusuh tersebut. "Mereka telah menyerang polisi dan orang lain berdasarkan warna kulitnya serta menjarah toko," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....