Seragam Militer Produksi Perusahaan Jateng Mendunia
- 02 Nov 2022 18:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta : Indo Defence Expo (Pameran Pertahanan Indonesia) 2022 tidak hanya dimeriahkan alutsista produksi dalam dan luar negeri, tapi juga seragam militer. Dari pameran tersebut terungkap adanya perusahaan garmen yang pasarnya mendunia berkat seragam militer.
Bertempat di Hall A, Jakarta International Expo Kemayoran, PT. Sri Rejeki Isman, memamerkan berbagai seragam militer. Membuat bangga adalah produksi perusahaan asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah itu, ternyata telah melakukan ekspor ke sejumlah negara.
Manager Pedagang Divisi Seragam PT. Sri Rejeki Isman, Cristina Sibayan mengungkapkan, seragam militer yang diekspor ke sejumlah negara Asia serta Eropa. Sebagian besar seragam yang diproduksi di tanah air itu, merupakan pesanan dari Angkatan Udara maupun Angkatan Laut luar negeri.
“Sekarang yang kami punya di sini (di pameran) adalah seragam Malaysia untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut, lalu kami juga punya (seragam) Angkatan Laut Singapura. Kemudian Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, Swedia dan Belanda,” ungkap Cristina kepada RRI.co.id saat ditemui di sela-sela pameran, Rabu (2/11/2022) di Jakarta.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya juga memiliki (kerjasama seragam) dengan tentara Jerman dan lain-lainnya.
Terdapat beberapa alasan mengapa konsumen dari luar negeri memilih seragam militer produksi anak bangsa. Salah satunya adalah harga jual yang tergolong murah dibanding negara lain.
“Mungkin (alasan) mereka karena kualitas dan harga jual di Indonesia jika dibanding dengan negara lain adalah lebih murah. Iya, tentu saja (kualitas bagus). Anda bisa melihat kualitas kami. Tidak hanya kualitas garmen tapi juga kainnya,” kata Cristina menjelaskan.
“Karena juga setiap negara memiliki spesifikasi sendiri. Jadi, berdasarkan hal itu kami harus mengikuti mereka,” tambahnya.
Menariknya, kualitas yang baik dengan harga terjangkau juga menjadikan perusahaan Indonesia itu dipilih oleh Angkatan Laut Swedia. Bahkan, kontrak kerja sama dilakukan dalam jangka waktu panjang.
“Saya tidak tahu pasti kapan kerja sama dengan Angkatan Laut Swedia dimulai. Namun, yang jelas ketika saya mulai bekerja di perusahaan ini pada 1999, mereka telah memiliki kerja sama dengan Swedia."
"Kami memiliki tiga kontrak dengan Swedia. Nilai kontrak terakhir sebesar USD 14 juta untuk kontrak ketiga. Dengan jumlah sekitar 350-400 seragam. Kami telah memulai kontrak sejak 2020,” jelas Cristina.
Cristina menyebut, selain mempekerjakan masyarakat lokal, seluruh aktivitas pembuatan seragam militer dilakukan di dalam negeri. “Pabriknya ada di Sukoharjo, Jawa Tengah. Semuanya kami lakukan di dalam pabrik kami di dalam satu area,” kata perempuan asal Filipina ini.
Sementara, Indo Defence Expo 2022 pada tahun ini memasuki pelaksanaan kesembilan. Pameran dua tahunan yang dimulai sejak 2004 itu, kali ini diikuti oleh 59 negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....