Presiden Siprus Buka Suara Terkait Ancaman Hizbullah
- 22 Jun 2024 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Presiden Siprus Nikos Christodoulides buka suara terkait Hizbullah yang mengancam akan menyerang negaranya karena dianggap membantu Israel. Pihaknya terus berupaya memberikan keterangan terkait ancaman yang diberikan oleh pihak Hizbullah.
"Pernyataan yang keluar dari pihak Hizbullah itu tidak benar. Dan apa yang dituduhkan tidak benar, " kata Christodoulides seperti dikutip dalam laman Al Arabiya, Kamis (20/6/2024).
Christodoulides mengatakan bahwa Siprus bukanlah bagian dari konflik melainkan menjadi solusi. Pihaknya berupaya menghadirkan koridor kemanusiaan untuk Gaza, dan telah diakui komunitas internasional terutama dari negara Arab.
Maret lalu, Siprus membuka bantuan kemanusiaan lewat jalur laut untuk Gaza. Namun pada akhirnya jalur ini ditutup oleh pihak Israel.
"Mau bagaimanapun ini negara kami, kami tidak mau terlibat dengan Israel," ujarnya. Menurut Christodoulides, Nasruallah Hasan diketahui mengancam akan menggempur Siprus jika mereka terlibat dalam perang.
Nasruallah juga mengatakan Siprus diketahui telah membantu Israel dan telah menjadi bagian dari zionis. Hal ini dikarenakan Siprus telah membuka gerbang untuk Israel dan menargetkan Lebanon sebagai sasaran utama mereka.
Setelah pernyataan tersebut keluar, Kedubes Siprus di Beirut mengumkan tidak menerima permohonan visa atau surat untuk legalisasi. Pengumuman dikeluarkan karena pihaknya khawatir akan ancaman Hizbullah.
Sejak pasukan Zionis melancarkan agresinya ke Gaza, Hizbullah turut menyerang wilayah Israel. Keduanya diketahui saling gempur hingga sekarang.
Hizbullah mengatakan tindakan ini adalah salah satu upaya untuk membantu saudara mereka di Palestina. Selain itu, dirinya berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kebebasan Palestina
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....