75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia - Australia

  • 18 Jun 2024 10:01 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN,Bukittinggi; Tahun ini, hubungan Diplomatik lndonesia-Australia memasuki usia yang ke 75 tahun (1949-2024). Hubungan Diplomatik yang sudah begitu lama, tentu saja hal istimewa bagi hubungan kedua negara.

Dalam kurun waktu tersebut, kedua negara sudah banyak melakukan kerjasama dalam berbagai sektor. Australia umpamanya, sudah sejak lama memberikan dukungan politik kepada lndonesia.

Adapun bentuk dukungan politik dari Pemerintah Australia berupa dukungan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia sewaktu dalam peristiwa Black Armada yang terjadi pada 24 September 1945.

Tidak hanya itu, Australia juga memfasilitasi kembalinya 1400 tawanan perang Belanda asal Indonesia kembali ke tanah air. Juga yang tidak kalah pentingnya yaitu dukukungan dari Pemerintah Australia, dimana Australia duduk dalam Komite PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk mendesak, agar Kemerdekaan Indonesia segera diakui. Masih dalam dukungan politik, Australia penah menjadi wakil Indonesia dalam Komisi Tiga Negara sebagai mediator terlaksananya Perjanjian Renville serta masih banyak dukungan lainnya yang diberikan Pemerintah Australia kepada lndonesia.

Begitu pentingnya hubungan kedua negara, ini tentu saja harus perlu terus dipelihara sehingga tercipta Simbiosis Mutualisme, tidak hanya di level pusat, daerah sebagai perpanjangan tangan dari pusat pun harus melakukan hal yang sama.

Provinsi Sumatera Barat sebagai perpanjangan tangan pusat, menyadari betul hal itu. Pada bulan November tahun 2023 lalu, Gubernur Sumatera Barat, Bapak Mahyeldi, melakukan pertemuan di Jakarta dengan Ibu Penny Williams-Duta Besar Australia sebelum melakukan kunjungan kerja ke Australia. Sebaliknya pada tanggal 12-14 Juni 2024, ibu Duta Besar Penny Williams pun melakukan kunjungan balasan ke Padang Sumatera Barat. İni menandakan hubungan baik kedua negara bener-bener terawat dengan baik, baik pusat maupun daerah.

“Australia salah satu pasar pariwisata potensial bagi Sumbar. Banyak wisatawan Australia yang mengunjungi Sumbar, terutama di Kepulauan Mentawai yang dikenal memiliki ombak yang sangat menawan bagi pecinta surfing. Jadi tahun 2025 nanti, kita inginkan penerbangan Australia bisa langsung ke Mentawai," kata Mahyeldi saat menyambut kunjungan Dubes Australia untuk Indonesia, Penny Williams, di Istana Gubernuran, Padang, Kamis (13/6/2024).

Disamping itu DR Gusrizal, sebagai Penghubung, Pengajar bahasa lndonesia di Australia juga sebagai Staff Ahli Bidang Hubungan Luar Negeri Universitas Fort de Kock yang dihubungi secara terpisah mengatakan, “Saat ini Provinsi Sumatera Barat sedang merancang kerjasama dengan salah satu Balai bahasa yang ada di Victoria dalam penguatan Bahasa Inggris dan Budaya. Semoga saja kerjasama ini dapat dimulai tahun depan”.

Penulis ;

DR. Drs. H. Gusrizal Dt. Salubuak Basa

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....