Kemampuan Diplomat Muda Indonesia Tak Perlu Diragukan

  • 09 Jan 2024 02:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indonesia memiliki diplomat muda dengan kemampuan yang tidak perlu diragukan. Pada berbagai forum internasional seperti di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diplomat muda Indonesia menunjukkan kualitas dan pengaruhnya.

"Contoh pada Sidang Majelis Umum PBB, Indonesia menampilkan sejumlah diplomat muda. Mereka memiliki kemampuan bahasa yang baik, menyampaikan pesan dengan baik, dan mempertahankan kepentingan nasional," kata Duta Besar/Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB dan Organisasi-Organisasi Internasional Lainnya, di Jenewa, Swiss, Achsanul Habib, dalam perbincangan dengan Pro3 RRI, Senin (8/1/2024) malam.

Achsanul mengungkapkan, kemampuan diplomat muda Indonesia sangat mumpuni, karena proses perekrutan yang transparan. Ia pun membantah adanya keterlibatan orang dalam (ordal) pada proses seleksi calon diplomat.

Menurut Achasanul, usai lolos seleksi, para calon diplomat mengikuti pendidikan selama satu tahun, selanjutnya mengikuti unit operasional dalam negeri. Pendidikan calon diplomat ini sangat penting agar mereka memahami seluk beluk diplomasi.

"Rekrutmen dilakukan transparan, siapa pun bisa ikut asalkan sesuai kriteria calon diplomat, yakni harus memenuhi standar ISO sehingga tidak main-main. Tidak ada titipan, karena saya sendiri mendapatkan kesempatan menjadi panitia seleksi dan me wawancara," ujarnya menjelaskan.

"Saya tidak tahu siapa yang saya interview, jadi transparan. Para diplomat muda diterima dari seluruh Indonesia dan jumlahnya 100 orang setiap penerimaan".

Proses seleksi yang transparan dan terukur menjadikan diplomat muda Indonesia disegani di kancah dunia. Mereka menjadi sosok yang memiliki mentalitas petarung, siap berdebat dan siap memperjuangkan kepentingan Indonesia diberbagai forum dunia.

"Bagaimana petarung diplomat kita melakukan negoisasi, menolak usulan yang tidak sesuai kepentingan nasional. Apakah diplomat muda tersebut melempem atau melemah? Saya katakan tidak," kata Achasanul menegaskan.

Berkat kerja keras para diplomat, capaian diplomasi Indonesia membuahkan hasil. Negara-negara lain memberikan kepercayaan yang tinggi kepada Indonesia untuk mengambil peran dan memberikan solusi atas persoalan dunia.

"Contoh Dewan HAM di Jenewa, kita sekian kalinya menjadi anggota dewan HAM 'prestise' dengan suara paling banyak di dunia. Kita memperoleh 186 dukungan dari 192 negara, ini artinya tingkat kredibilitas diplomasi kita prima, dunia percaya kepada Indonesia," kara Achasanul mengakhiri perbincangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....