PBB Desak Israel Buka Akses Bantuan Kemanusiaan Gaza
- 24 Nov 2023 03:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus mendesak dibukanya perbatasan Kerem Shalom di Israel. Ini bukan hanya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza tetapi juga melanjutkan pengiriman barang-barang komersial.
"Sejauh ini, kami hanya menggunakan perbatasan Rafah. Kapasitas perbatasan Rafah untuk menangani jumlah bantuan yang kami perlukan terbatas, makanya kami terus mendorong dibukanya Kerem Shalom," kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq seperti dilansir Anadolu, Kamis (23/11/2023).
Merujuk pada pernyataan Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Palestina Lynn Hastings, Haq mengatakan bahwa PBB dan mitra-mitranya siap untuk memanfaatkan jeda kemanusiaan. Namun, dia mengingatkan bahwa warga sipil di Gaza tidak bisa bergantung hanya pada bantuan kemanusiaan.
Dl"asuknya barang-barang niaga perlu dilanjutkan kembali. Terutama melalui perbatasan Kerem Shalom yang memiliki kapasitas itu," ujarnya.
Pintu perbatasan Kerem Shalom digunakan untuk mengangkut lebih dari 60 persen muatan truk menuju Gaza sebelum pecah konflik. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Martin Griffiths.
Berdasarkan data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA), ia mengatakan 63.800 liter bahan bakar masuk ke Gaza dari Mesir pada Selasa (21/11/2023). Ini didistribusikan oleh badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).
Tentu guna mendukung distribusi makanan dan mengoperasikan generator di rumah sakit, fasilitas air dan sanitasi, tempat penampungan. Serta layanan penting lainnya.
Sebanyak 71 truk membawa pasokan bantuan kemanusiaan dari Mesir masuk ke Gaza pada Selasa malam. Antara 21 Oktober dan 21 November 2023, sedikitnya 1.399 truk berisi bantuan, tidak termasuk bahan bakar, telah memasuki Gaza melalui perbatasan Mesir.
Jumlah tersebut sangat kontras jika dibandingkan dengan rata-rata hampir 10.000 truk pengangkut barang-barang komersial. Tidak termasuk bahan bakar, yang masuk ke Gaza setiap bulannya sebelum Oktober atau sebelum pecah konflik antara Israel dan Hamas.
"Saat ini warga Gaza banyak terserang penyakit kulit sebesar 35 persen dan peningkatan kasus diare sebesar 40 persen dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah pengeboman dan blokade Israel," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....