Arrmanatha Nasir, Kembalinya Diplomat Karier di Kursi Menlu
- 01 Okt 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia di Istana Negara, Kamis, 1 Oktober 2026.
- Arrmanatha pernah menjabat sebagai Juru Bicara Kemlu 2014–2019.
- Utusan Tetap RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional pada 2021–2024.
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu), Kamis, 1 Oktober 2026. Pria 54 tahun itu menggantikan Sugiono, yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Ditunjuknya Arrmanatha menandakan kembalinya diplomat karir sebagai pimpinan puncak Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Sebelum Sugiono yang berlatar belakang politisi, diplomat karir yang terakhir menjadi Menlu adalah Retno Marsudi.
Tata, panggilan akrab Arrmanatha, lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971. Pendidikan sarjananya diselesaikan di Universitas Buckingham, Inggris bidang administrasi bisnis.
Ayah tiga anak ini kemudian melanjutkan pendidikan masternya di Universitas Leicester, Inggris, dan raih gelar Master of Business Administration (MBA). Tata juga memperoleh gelar Master Sains (M.Si.) di bidang hubungan internasional dari Universitas Indonesia (UI).
Sepanjang karirnya di Kemlu, Tata pernah memegang beberapa posisi diplomatik yang krusial. Misalnya Sekretaris II Perwakilan Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional yang berkedudukan di Jenewa, Swiss.
Selanjutnya Tata didaulat sebagai Sekretaris I Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Hingga akhirnya pada 2014-2019 dia ditunjuk sebagai Juru Bicara Kemlu.
Pada posisi inilah Tata dikenal luas oleh publik dan media internasional sebagai wajah utama diplomasi Indonesia. Pada 2019, dia dilantik sebagai Duta Besar RI untuk Prancis merangkap Andorra, Monako, dan UNESCO.
Di masa tugasnya di Paris, Tata dianugerahi penghargaan Commandeur de la Légion d’Honneur oleh Pemerintah Prancis. Ini diberikan berkat kontribusinya dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara.
Selanjutnya pada 2024, Tata ditugaskan sebagai Utusan Tetap RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional. Berbasis di New York, dia aktif mengawal posisi geopolitik Indonesia di forum multilateral PBB.
Hingga akhirnya pada Oktober 2024, Presiden Prabowo melantiknya menjadi Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu). Jabatan ini dipegangnya hingga 1 Oktober 2026 saat dirinya dilantik sebagai Menlu ke-19 RI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....