Lebih dari 720 Ribu Pelajar Palestina Kehilangan Akses Pendidikan
- 15 Sep 2026 19:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lebih dari 720.000 pelajar Palestina kehilangan akses terhadap pendidikan dasar karena berlanjutnya serangan Israel.
- Menteri Pendidikan Palestina Amjad Barham menyampaikan situasi krisis pendidikan ini dalam konferensi tentang masa kanak-kanak Palestina di Tunis.
- Konferensi diselenggarakan oleh Organisasi Arab untuk Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan (ALECSO) sebagai upaya membahas dampak konflik terhadap pendidikan anak Palestina.
RRI.CO.ID, Tunis - Lebih dari 720.000 pelajar Palestina kehilangan akses terhadap pendidikan dasar di tengah berlanjutnya serangan Israel. Kondisi tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Palestina Amjad Barham, dilansir dari Xinhua, Selasa, 15 September 2026.
Barham menyampaikan hal itu dalam konferensi mengenai masa kanak-kanak Palestina yang digelar di Tunis. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Arab untuk Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan (ALECSO).
Ia mengatakan lebih dari 90 persen bangunan sekolah di Jalur Gaza telah hancur dan 82 persen universitas di Gaza juga telah rusak atau hancur. Kondisi tersebut memperburuk krisis pendidikan yang dihadapi masyarakat Palestina, terutama anak-anak di Jalur Gaza.
Berlanjutnya serangan Israel turut menghambat akses mereka terhadap pendidikan. Barham menyoroti parahnya kondisi pendidikan bagi anak-anak Palestina dan mengecam penargetan sistematis terhadap infrastruktur pendidikan.
Menurutnya, kerusakan fasilitas pendidikan semakin membatasi kesempatan anak-anak untuk belajar. Selain kerusakan sekolah dan universitas, pergerakan para pelajar juga menghadapi berbagai pembatasan.
Barham mengatakan ribuan pos pemeriksaan militer Israel masih membatasi mobilitas pelajar. Pembatasan tersebut semakin menyulitkan siswa untuk mencapai tempat pendidikan dan menambah tekanan terhadap sistem pendidikan Palestina.
Krisis pendidikan menjadi bagian dari dampak konflik yang lebih luas terhadap anak-anak Palestina. Direktur Jenderal ALECSO Mohamed Ould Amar menekankan pentingnya kerja sama regional untuk menghadapi kondisi tersebut.
Ia menilai negara-negara Arab perlu bekerja sama untuk merespons krisis pendidikan yang dialami pelajar Palestina. ALECSO berencana membentuk rencana aksi bersama negara-negara Arab yang akan mencakup mekanisme perlindungan darurat.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap pendidikan dan pelajar Palestina. Kerja sama regional dinilai penting untuk memberikan perlindungan serta menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak Palestina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....