Perkuat Masa Depan, Presiden: BRICS Bisa Perkuat Suara Negara Selatan Global
- 13 Sep 2026 21:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo menilai BRICS memiliki peran strategis dalam memperkuat suara negara-negara Selatan Global untuk menentukan masa depan dunia.
- Kerja sama negara-negara berkembang diperlukan agar kepentingan masyarakat mendapat ruang lebih besar dalam tata kelola global.
- Dunia akan memasuki tahun 2030 yang menjadi batas waktu pencapaian Agenda 2030 dan tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk mengentaskan kemiskinan dan melindungi lingkungan.
RRI.CO.ID, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menilai BRICS memiliki peran strategis memperkuat suara negara-negara-negara Selatan Global (Global South) untuk menentukan masa depan dunia. Menurut Presiden, kerja sama negara-negara berkembang diperlukan agar kepentingan masyarakat di mendapat ruang lebih besar dalam tata kelola global.
Presiden mengatakan dunia akan memasuki 2030 yang menjadi batas waktu pencapaian Agenda 2030 dan tujuan pembangunan berkelanjutan. Berbagai komitmen telah disepakati negara-negara dunia untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi lingkungan, serta membangun institusi yang lebih kuat.
“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” ujar Presiden Prabowo dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu, 13 September 2026.
Presiden menilai Agenda 2030 tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target pembangunan dalam batas waktu tertentu. Agenda tersebut juga harus menjadi bagian dari upaya menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang lebih kuat dalam tata kelola global.
“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita. Serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” kata Presiden.
Presiden menegaskan suara negara-negara Global South perlu diperkuat. Baik dalam mempercepat pencapaian agenda pembangunan maupun dalam menentukan arah pembangunan dunia setelah 2030.
“Oleh karena itu, sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar. Tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” tandas Presiden.
Presiden kemudian menekankan pentingnya ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan dalam membangun masa depan dunia. Menurutnya, keempat hal tersebut harus diarahkan untuk menciptakan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan. Berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” ucap Presiden.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....