Korsel dan Iran Bahas Kebebasan Navigasi Selat Hormuz

  • 11 Sep 2026 17:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu Korea Selatan Cho Hyun dan Menlu Iran Abbas Araqchi membahas situasi Timur Tengah serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz melalui telepon.
  • Seoul sedang meninjau sejumlah pilihan, termasuk kemungkinan langkah militer untuk mendukung kebebasan navigasi dan keamanan maritim di Selat Hormuz.
  • Kedua negara sepakat menjaga komunikasi terbuka di tengah ketegangan Iran-Amerika Serikat dan perkembangan situasi keamanan di kawasan.

RRI.CO.ID, Teheran — Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun membahas situasi di Timur Tengah dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui telepon. Salah satu topik utama yang dibahas pada Jumat, 11 Septemmber 2026 tersebut adalah kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan Cho menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap situasi di kawasan Timur Tengah. Ia juga menyatakan harapan agar perdamaian dan stabilitas yang langgeng dapat kembali terwujud di kawasan, dilansir dari Reuters.

Cho menegaskan Korea Selatan secara konsisten mendukung pelayaran yang bebas dan aman bagi seluruh kapal. Seoul juga berpartisipasi dalam berbagai upaya internasional untuk mendukung keamanan maritim.

Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi menyampaikan posisi Iran mengenai perkembangan situasi regional. Kedua menteri kemudian sepakat untuk mempertahankan komunikasi secara terbuka.

Percakapan telepon tersebut dilakukan atas permintaan Iran. Pembicaraan berlangsung setelah Korea Selatan mengirim tim inspeksi ke Timur Tengah untuk menilai situasi dan kemungkinan pengiriman pasukan.

Kantor kepresidenan Korea Selatan pada pekan lalu mengatakan Seoul sedang meninjau sejumlah pilihan. Pilihan tersebut termasuk kemungkinan mengambil langkah militer untuk mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Langkah tersebut dilakukan di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Situasi tersebut juga menjadi perhatian Korea Selatan karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pelayaran dan perdagangan energi internasional.

Seoul dan Teheran sepakat mempertahankan komunikasi terbuka di tengah perkembangan situasi keamanan di kawasan. Korea Selatan juga terus mempertimbangkan langkah yang diperlukan untuk mendukung kebebasan navigasi dan keamanan maritim di Selat Hormuz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....