Ekonom: El Nino Berisiko Picu Inflasi Pangan di ASEAN

  • 11 Sep 2026 14:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fenomena El Nino berisiko memicu inflasi pangan yang lebih besar dibandingkan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN menurut OCBC Group Research.
  • Filipina, Indonesia, dan Thailand termasuk negara ASEAN dengan paparan tinggi terhadap dampak El Nino.
  • Lavanya Venkateswaran, Ekonom Senior ASEAN dan India OCBC, menyampaikan peringatan ini melalui laporan yang dikutip media internasional Xinhua.

RRI.CO.ID, Singapura — Fenomena El Nino berisiko memicu inflasi pangan yang lebih besar dibandingkan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN. Hal tersebut disampaikan OCBC Group Research dalam laporan yang dikutip Xinhua, dilansir dari Bernama, Jumat, 11 September 2026.

Filipina, Indonesia, dan Thailand termasuk negara yang memiliki paparan tinggi terhadap El Nino. Hal tersebut disampaikan oleh Ekonom Senior ASEAN dan India OCBC, Lavanya Venkateswaran.

Sementara itu, Malaysia dan Vietnam juga menghadapi risiko yang cukup signifikan, meski dampaknya diperkirakan lebih terkonsentrasi pada sektor tertentu. Kenaikan harga pangan diperkirakan dapat meningkatkan tekanan inflasi di kawasan ASEAN.

Risiko inflasi akibat impor juga berpotensi meningkat karena sebagian besar negara di kawasan tersebut merupakan importir bersih pangan. Beras menjadi salah satu komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga.

Sebagian besar negara dengan perekonomian utama di kawasan ASEAN merupakan importir bersih beras. Thailand dan Vietnam menjadi pengecualian karena keduanya merupakan negara eksportir beras.

Filipina, Malaysia, dan Indonesia menghadapi risiko guncangan terhadap nilai perdagangan akibat kenaikan harga beras. Selain beras, sebagian besar negara ASEAN juga merupakan importir bersih biji-bijian dalam jumlah besar, termasuk negara-negara ASEAN-6.

Kenaikan harga gandum dan jagung di pasar global dapat meningkatkan tekanan inflasi impor. Namun, besarnya dampak terhadap inflasi akan berbeda di setiap negara.

Hal tersebut bergantung pada bobot pangan dalam keranjang konsumsi, tingkat ketergantungan terhadap impor, serta kebijakan pemerintah. Kebijakan seperti subsidi dan pengendalian harga dapat memengaruhi seberapa besar kenaikan harga pangan diteruskan kepada konsumen.

Oleh karena itu, dampak El Nino terhadap inflasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi cuaca. Dampak El Nino terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih tidak merata dan terutama terkonsentrasi pada sektor pertanian.

Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam yang memiliki sektor pertanian relatif besar lebih rentan mengalami penurunan produksi. Negara-negara tersebut juga rentan mengalami lemahnya pendapatan masyarakat pedesaan.

Namun, negara-negara eksportir produk pertanian seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam berpotensi memperoleh sebagian kompensasi. Kompensasi tersebut diperoleh melalui peningkatan pendapatan dari ekspor komoditas.

Respons pemerintah juga menjadi faktor penting dalam menentukan dampak El Nino. Langkah tersebut mencakup pembatasan perdagangan pangan, pelepasan stok, dan kebijakan subsidi yang dapat memengaruhi inflasi serta perekonomian negara-negara ASEAN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....