IndOz Conference, Indonesia dan Australia Dorong Kerja Sama Bisnis Naik Kelas
- 09 Sep 2026 19:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hubungan bisnis Indonesia-Australia memasuki fase baru dengan penekanan pada realisasi investasi dan kerja sama konkret, bukan sekadar dialog formal.
- IndOz Conference and Business Networking Dinner 2026 diselenggarakan di Brisbane City Hall pada 2 September 2026 dengan menghadirkan hampir 600 peserta dari pemerintah dan industri kedua negara.
- Tema konferensi 'Indonesia-Australia: Beyond Dialogue, Making Deals' mencerminkan komitmen kedua negara untuk mengubah kesepakatan menjadi implementasi nyata di lapangan.
RRI.CO.ID, Brisbane - Hubungan bisnis Indonesia dan Australia memasuki babak baru. Salah satunya dengan fokus yang lebih kuat pada realisasi investasi dan kerja sama konkret.
Arah tersebut mengemuka dalam IndOz Conference and Business Networking Dinner 2026 di Brisbane City Hall, Australia, Rabu, 2 September 2026. Mengusung tema “Indonesia-Australia: Beyond Dialogue, Making Deals”, kegiatan ini mempertemukan hampir 600 peserta dari kalangan pemerintah dan pelaku industri kedua negara.
Pergeseran fokus dari dialog menuju transaksi tidak terlepas dari nilai perdagangan bilateral yang mencapai USD34,83 miliar pada 2025. IndOz 2026 mendorong peserta tidak hanya membahas peluang, tetapi juga mempertemukan mitra, modal, dan proyek di berbagai sektor.
Setiap pembicara diminta mengangkat pengalaman kerja sama atau proyek yang telah direalisasikan. Mereka juga memaparkan struktur pembiayaan, kebutuhan pelaksanaan, hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam prosesnya.
Konferensi membahas tiga sektor utama. Ketiga sektor itu adalah pangan dan agribisnis, kolaborasi lintas negara, serta energi, pertambangan, dan mineral kritis.
Pada sektor pangan dan agribisnis, pembahasan mencakup perdagangan daging Australia ke Indonesia dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ketahanan pangan. Selain itu juga skema pembiayaan agar transaksi agribisnis lintas negara lebih layak secara komersial.
Sementara, sektor energi dan pertambangan menyoroti posisi Queensland sebagai salah satu kawasan pertambangan penting Australia dan Indonesia sebagai produsen nikel utama. Pembahasan diarahkan pada pengembangan pertambangan yang lebih ramah lingkungan serta kebutuhan tenaga kerja terampil untuk mendukung transisi tersebut.
Sejumlah kerja sama konkret turut diumumkan dalam rangkaian acara. BUMA International Group dan University of Queensland, misalnya, mulai menjalankan pelatihan pertambangan berkelanjutan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) bagi sekolah vokasi di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.
Kerja sama lain mencakup investasi Indonesia di sektor pertambangan Queensland dan pendirian Indonesia-Australia Human Flourishing Centre oleh Australian Catholic University dan Universitas Gadjah Mada. Ada pula rencana fasilitas pemurnian bahan baterai oleh Pure Battery Technologies di Batang, Jawa Tengah.
Perusahaan teknologi Indonesia Privy juga mengumumkan kemitraan dengan Wave CRM dan SEEK. Kemitraan tersebut mencakup pemanfaatan teknologi verifikasi identitas Privy untuk memperkuat kepercayaan dalam proses perekrutan melalui JobStreet di Indonesia.
Selain agenda bisnis, IndOz 2026 memberikan penghargaan kepada Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, sebagai 2026 IndOz Leader. Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinan dan komitmennya dalam memperkuat hubungan Indonesia-Australia di bidang bisnis, pendidikan, budaya, dan hubungan antarmasyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan IndOz Business Networking Dinner yang dihadiri sekitar 350 tamu. Selain memperluas jejaring bisnis, acara tersebut menghadirkan pertunjukan seni dan budaya Indonesia sebagai bagian dari penguatan hubungan kedua negara.***
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....