Sekjen PBB Harap Perundingan Ukraina-Rusia Kembali Dilanjutkan

  • 09 Sep 2026 16:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berharap perundingan antara Ukraina dan Rusia dapat kembali dilanjutkan.
  • Upaya diplomasi terbaru termasuk kunjungan utusan senior Amerika Serikat ke Moskow dan Kyiv yang mendorong harapan ini.
  • Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa Guterres terdorong oleh berbagai upaya diplomatik yang dilakukan baru-baru ini.

RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berharap perundingan antara Ukraina dan Rusia dapat kembali dilanjutkan setelah adanya sejumlah upaya diplomatik terbaru. Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, menyampaikan hal tersebut pada Selasa, 8 September 2026, dilansir dari Xinhua.

Dujarric mengatakan Guterres terdorong oleh berbagai upaya diplomatik yang dilakukan baru-baru ini. Salah satu upaya tersebut adalah kunjungan utusan senior Amerika Serikat ke Moskow dan Kyiv.

Guterres berharap inisiatif terbaru tersebut dapat membuka jalan bagi dimulainya kembali perundingan antara Ukraina dan Federasi Rusia. Menurutnya, perundingan dapat menjadi langkah menuju penghentian konflik.

Ia berharap perundingan menghasilkan gencatan senjata yang segera dilaksanakan, berlangsung secara penuh, dan tanpa syarat. Gencatan senjata tersebut diharapkan menjadi jalan menuju perdamaian yang adil, komprehensif, dan berkelanjutan.

Guterres menegaskan bahwa proses perdamaian harus sesuai dengan hukum internasional. Guterres juga menekankan pentingnya mematuhi Piagam PBB serta resolusi-resolusi PBB yang relevan.

Dujarric mengatakan PBB siap mendukung berbagai upaya yang bermakna untuk mencapai perdamaian. PBB juga menyatakan kesiapannya membantu mendorong proses diplomatik antara kedua negara.

Namun, Guterres tetap sangat prihatin terhadap situasi yang berlangsung. Ia menyoroti serangan yang terus terjadi terhadap warga sipil serta infrastruktur sipil di Ukraina dan Rusia.

Guterres menyerukan agar serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil segera dihentikan. Ia menilai penghentian serangan penting untuk menciptakan kondisi yang mendukung proses diplomasi.

Guterres meminta Ukraina dan Rusia memastikan terciptanya kondisi yang kondusif bagi kelanjutan upaya diplomatik. Menurutnya, upaya diplomasi membutuhkan situasi yang memungkinkan kedua pihak melanjutkan dialog.

PBB terus memantau perkembangan konflik serta berbagai upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Guterres berharap perkembangan tersebut dapat membuka jalan menuju gencatan senjata dan perdamaian yang adil serta berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....