Sidang PBB ke-81 Dibuka dengan Fokus Pulihkan Kepercayaan Multilateralisme

  • 09 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka pada Selasa, 8 September 2026 di New York dengan Khalilur Rahman sebagai Presiden Majelis Umum.
  • Khalilur Rahman menyerukan upaya pemulihan kepercayaan terhadap multilateralisme di tengah tantangan global yang berkembang.
  • PBB telah berperan penting selama lebih dari delapan dekade dalam membantu dunia menghindari perang dunia ketiga dan menjaga stabilitas internasional.

RRI.CO.ID, New York — Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi dibuka pada Selasa, 8 September 2026. Presiden Majelis Umum PBB ke-81 Khalilur Rahman menyerukan upaya untuk memulihkan kepercayaan terhadap multilateralisme.

Rahman mengatakan keberlangsungan PBB selama lebih dari delapan dekade menunjukkan pentingnya peran organisasi tersebut. Menurutnya, PBB telah membantu dunia menghindari terjerumus ke dalam perang dunia ketiga, dilansir dari Anadolu.

Rahman juga menyoroti berbagai pekerjaan PBB yang sering dilakukan jauh dari perhatian publik. PBB setiap hari membantu menyediakan makanan bagi jutaan orang di berbagai belahan dunia, termasuk pengungsi dan kelompok masyarakat yang terlantar.

Selain itu, PBB berperan dalam mendukung perdamaian dan keamanan global serta membantu memerangi penyakit kronis. Organisasi tersebut juga membantu negara-negara menghadapi berbagai tantangan lintas batas yang kompleks.

Namun, Rahman mengakui bahwa PBB berulang kali gagal memenuhi harapan masyarakat internasional. Ia menyoroti konflik yang masih berlangsung di berbagai wilayah dunia, pencapaian pembangunan yang masih lemah, serta dampak perubahan iklim.

Rahman memperingatkan berbagai krisis tersebut telah mengikis kepercayaan terhadap tindakan kolektif. Menurutnya, defisit kepercayaan terhadap lembaga internasional semakin melebar.

Ia menyerukan agar kesenjangan kepercayaan tersebut diatasi melalui dialog dan kerja sama yang diperbarui. Rahman juga menekankan pentingnya menghasilkan tindakan nyata untuk memulihkan kepercayaan.

Rahman berjanji bekerja tanpa lelah untuk menghidupkan kembali kepercayaan terhadap PBB. Tema sidang ke-81 adalah "Memulihkan Kepercayaan, Mengelola Transformasi: Perserikatan Bangsa-Bangsa yang Memberikan Hasil bagi Semua."

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Rahman. Guterres menilai membangun kembali kepercayaan terhadap sistem multilateral merupakan tantangan utama zaman ini.

Ia menyebut berbagai konflik sebagai salah satu tekanan yang menguji sistem global. Risiko eskalasi nuklir juga menjadi ancaman terhadap stabilitas internasional.

Guterres turut menyoroti kemiskinan yang semakin dalam dan gangguan iklim. Perkembangan kecerdasan buatan yang tidak terkendali juga dinilai memberikan tekanan terhadap lembaga global.

Tekanan tersebut dirasakan oleh berbagai institusi, termasuk Dewan Keamanan dan sistem keuangan internasional. Guterres menyerukan diplomasi, dialog, dan kolaborasi untuk membangun kembali kepercayaan serta itikad baik dalam geopolitik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....