Iran: Kembalinya AS ke Kesepakatan Islamabad Dapat Meredakan Ketegangan
- 09 Sep 2026 15:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kembalinya Amerika Serikat pada komitmen nota kesepahaman Islamabad dapat membantu meredakan ketegangan regional.
- Araghchi menyampaikan pernyataannya tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi pada Selasa, 8 September 2026.
- Araghchi menilai ketegangan saat ini terjadi akibat pelanggaran Washington terhadap komitmennya dalam nota kesepahaman Islamabad.
RRI.CO.ID, Teheran — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kembalinya Amerika Serikat pada komitmen dalam nota kesepahaman Islamabad dapat membantu meredakan ketegangan regional. Araghchi menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi pada Selasa, 8 September 2026.
Kedua menteri membahas hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional terbaru. Araghchi menilai ketegangan saat ini terjadi akibat pelanggaran Washington terhadap komitmennya dalam nota kesepahaman Islamabad.
Melansir dari Anadolu, menurut Araghchi, solusi untuk meredakan ketegangan tersebut sebenarnya sederhana. Ia mengatakan AS perlu kembali memenuhi dan mematuhi komitmen serta kesepakatan yang telah ditandatangani.
Langkah tersebut dinilai dapat membuka jalan menuju kondisi regional yang lebih normal. Araghchi juga memberikan informasi mengenai perkembangan perundingan Iran dan Oman terkait Selat Hormuz.
Ia mengatakan Iran dan Oman telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan tersebut. Perundingan tersebut bertujuan membentuk jalur transit sementara melalui Selat Hormuz.
Kedua negara masih melanjutkan konsultasi mengenai mekanisme pengelolaan jalur tersebut di masa mendatang. Sementara itu, Motegi menyatakan keprihatinan mendalam atas kembali berlangsungnya serangan antara AS dan Iran.
Motegi menilai situasi tersebut harus segera diredakan dan menyerukan agar perundingan antara Washington dan Teheran segera dilanjutkan. Motegi meminta Iran menunjukkan fleksibilitas maksimal untuk mencegah kebuntuan berlangsung lebih lama.
Jepang menilai pelayaran bebas dan aman melalui Selat Hormuz harus segera dipulihkan tanpa menimbulkan biaya tambahan. Motegi mengatakan masa depan Selat Hormuz harus dibahas berdasarkan hukum internasional dengan melibatkan komunitas internasional secara luas.
Negara-negara pesisir dan negara pengguna jalur perairan juga perlu dilibatkan dalam pembahasan tersebut. Organisasi Maritim Internasional juga dinilai perlu ikut dalam pembahasan mengenai masa depan jalur perairan strategis tersebut.
Nota kesepahaman Islamabad ditandatangani pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian permusuhan dan kerangka perundingan antara Iran dan AS.
Iran menuduh AS gagal menjalankan sejumlah ketentuan penting dalam kesepahaman tersebut, termasuk terkait sanksi dan blokade angkatan laut. Sementara itu, Washington dan negara-negara Teluk menyerukan pelayaran bebas dan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz.
Iran dan Oman kini terus membahas jalur transit sementara di Selat Hormuz. Teheran menyebut pengaturan tersebut bersifat sementara, sementara pembicaraan mengenai mekanisme permanen masih berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....