Malaysia Minta ASEAN Perkuat Mekanisme untuk Tangani Kabut Asap

  • 09 Sep 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan mekanisme ASEAN dalam menangani kabut asap lintas batas perlu ditinjau kembali dan diperkuat.

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan mekanisme ASEAN dalam menangani kabut asap lintas batas perlu ditinjau kembali dan diperkuat. Pernyataan tersebut disampaikannya ketika kualitas udara buruk masih terjadi di sejumlah wilayah di Asia Tenggara.

Anwar mengatakan ASEAN harus menangani masalah kabut asap yang terus berulang secara serius. “Ini berdampak langsung terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat,” ujarnya, dikutip dari Xinhua, Rabu 9 September 2026.

Anwar meminta mekanisme yang ada diterapkan melalui tindakan yang lebih efektif untuk menangani sumber kabut asap lintas batas. Menurut dia, masih terdapat ruang untuk memperbaiki mekanisme penanganan kabut asap oleh ASEAN.

Anwar meminta para pimpinan ASEAN memberikan perhatian serius, terutama karena dampaknya terhadap kelompok rentan seperti anak-anak dan bayi. Dia secara khusus menyoroti kondisi di Serian, sebuah distrik di Negara Bagian Sarawak, Malaysia.

Status darurat sebelumnya diberlakukan di wilayah tersebut setelah kualitas udara mencapai tingkat berbahaya. Sementara itu, status darurat di Serian berakhir pada Senin, 7 September 2026.

Namun, kualitas udara di wilayah tersebut kembali mencapai tingkat berbahaya dengan Indeks Polusi Udara (API) mencapai 302 keesokan harinya. Berdasarkan sistem penilaian kualitas udara Malaysia, nilai API 0- 50 dikategorikan baik, sedangkan 51-100 masuk kategori sedang.

Nilai 101-200 dikategorikan tidak sehat, kemudian 201-300 sangat tidak sehat, dan 301 atau lebih masuk kategori berbahaya. Mekanisme ASEAN perlu diperkuat agar penanganan masalah kabut asap dapat dilakukan lebih efektif dan melindungi masyarakat negara-negara terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....