Kosovo Bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Gaza
- 08 Sep 2026 16:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kosovo secara resmi menandatangani perjanjian untuk bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan beroperasi di Gaza dengan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
RRI.CO.ID, Pristina — Kosovo menyatakan kesediaannya bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. Negara tersebut menandatangani perjanjian resmi untuk bergabung dengan pasukan yang mendapat mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa 8 September 2026, kesepakatan tersebut disampaikan Board of Peace (BoP) yang didukung Amerika Serikat (AS). Perjanjian ditandatangani oleh Komandan Pasukan Keamanan Kosovo, Letnan Jenderal Bashkim Jashari, dan Komandan ISF Amerika Serikat Mayor Jenderal Jasper Jeffers.
Kesepakatan itu secara resmi menetapkan Kosovo sebagai bagian dari ISF. BoP menyebut keputusan tersebut menunjukkan komitmen Kosovo terhadap misi ISF serta dukungan terhadap rencana perdamaian 20 poin Presiden AS, Donald Trump.
Rencana tersebut merupakan kerangka kesepakatan AS dan Israel untuk mengakhiri perang di Gaza. Salah satu ketentuannya adalah pembentukan misi keamanan multinasional untuk menjaga stabilitas dan mengelola proses demiliterisasi.
Misi tersebut juga akan melatih kepolisian Palestina untuk menjaga keamanan di Gaza setelah konflik berakhir. Sejumlah negara telah dikonfirmasi akan menyumbangkan pasukan, termasuk Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Albania, dan Uganda.
Sementara itu, Turki tidak akan berpartisipasi setelah Israel memveto keterlibatan Ankara. Pemerintah Israel sebelumnya menyetujui sejumlah langkah hukum untuk memungkinkan ISF memasuki Gaza.
Pasukan tersebut direncanakan beroperasi dalam koordinasi penuh dengan militer Israel, tetapi pengerahan ISF masih menghadapi sejumlah hambatan. Perbedaan pendapat mengenai waktu penarikan pasukan Israel dari Gaza serta proses pelucutan senjata Hamas menjadi persoalan utama yang menghambat.
Perwakilan tinggi BoP, Nikolay Mladenov, mengatakan Israel harus memenuhi komitmennya berdasarkan peta jalan perdamaian Gaza agar proses tersebut dapat berjalan. Menurut dia, pelaksanaan kesepakatan harus membawa perubahan signifikan terhadap kehidupan masyarakat Gaza.
Mladenov mengatakan pembahasan dengan Israel mengenai pelaksanaan komitmen masih berlangsung. Dia sebelumnya menyatakan bahwa mekanisme pengerahan ISF dan lokasi penempatannya di Jalur Gaza telah ditentukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....