Indonesia Perluas Pasar Produk UMKM di BIMP-EAGA
- 08 Sep 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memperluas jaringan pemasaran produk garmen dan makanan di kawasan Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).
- Indonesia menghadirkan enam pelaku usaha dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Utara yang terdiri atas UMKM dan pelaku usaha nasional.
- Indonesia direncanakan menjadi tuan rumah 4th BIMP-EAGA Trade, Investment and Halal Industry Conference pada Oktober 2027.
RRI.CO.ID, Kota Kinabalu – Indonesia memperluas pemasaran produk garmen, makanan, dan kerajinan ke kawasan BIMP-EAGA. Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan dalam Sabah International Expo (SIE) 2026 di Kota Kinabalu, Malaysia.
Pameran berlangsung pada 4-6 September 2026 dengan menghadirkan enam pelaku usaha Indonesia. Mereka berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kalimantan Utara, termasuk UMKM dan pelaku usaha nasional.
Produk yang diperkenalkan meliputi batik, kain halal, fesyen, aksesori, serta kerajinan tangan. Selain itu, terdapat produk olahan bandeng, kudapan khas Kalimantan, minuman rempah, permen, dan kopi.
Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu Noorman Effendi mengatakan, Sabah merupakan pintu strategis bagi produk Indonesia. Kedekatan geografis perlu ditransformasikan menjadi kedekatan ekonomi melalui perdagangan dan kemitraan usaha.
“Sabah merupakan salah satu pintu masuk strategis bagi produk Indonesia ke pasar Malaysia Timur dan BIMP-EAGA. Kedekatan geografis perlu kita transformasikan menjadi kedekatan ekonomi,” ujar Noorman, dikutip dari laman Kemlu RI, Selasa, 8 September 2026.
Menurut Noorman, keberhasilan pameran tidak hanya diukur dari nilai transaksi selama kegiatan. Pertemuan dengan distributor, pembeli, mitra usaha, dan calon pewaralaba harus berlanjut menjadi kerja sama konkret.
“Kita juga memiliki momentum untuk membawa lebih banyak pelaku usaha Indonesia masuk ke jejaring. Bahkan masuk dalam rantai nilai BIMP-EAGA,” katanya.
Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari diplomasi ekonomi KJRI Kota Kinabalu dalam memperluas akses pasar. Upaya tersebut sekaligus mendorong transaksi bisnis dan kemitraan langsung antara pelaku usaha Indonesia dan Sabah.
SIE 2026 menghadirkan sekitar 300 stan dengan 35 persen eksibitor internasional dari 15 negara. Pameran tersebut menargetkan sekitar 10.000 pengunjung dengan potensi penjualan dan transaksi bisnis mencapai RM10 juta.
SIE 2026 juga dirangkaikan dengan 3rd BIMP-EAGA Trade, Investment and Halal Industry Conference. Forum tersebut mempertemukan sekitar 300 delegasi dari kawasan BIMP-EAGA.
Indonesia direncanakan menjadi tuan rumah 4th BIMP-EAGA Trade, Investment and Halal Industry Conference pada Oktober 2027. Momentum tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia memperluas jejaring bisnis regional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....