Ukraina Siap Berlakukan Gencatan Senjata selama Proses Perundingan Damai
- 08 Sep 2026 14:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapan memberlakukan gencatan senjata selama proses perundingan damai dengan Rusia yang dimediasi Amerika Serikat.
- Ukraina siap menghentikan serangan udara terhadap kota-kota Rusia, termasuk Moskow, sebagai bagian dari komitmen mendukung diplomasi.
- Gencatan senjata akan berlaku dari Sabtu, 5 September hingga Senin, 7 September 2026 selama proses negosiasi berlangsung.
RRI.CO.ID, Kyiv — Ukraina menyatakan siap memberlakukan gencatan senjata selama berlangsungnya proses perundingan damai dengan Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan ini dilakukan untuk mendukung diplomasi yang dimediasi Amerika Serikat (AS).
Menurut dia, Ukraina siap menghentikan serangan udara terhadap kota-kota di Rusia termasuk Moskow. Pernyataan itu disampaikan setelah Zelenskyy melakukan percakapan melalui telepon dengan utusan Presiden AS, Donald Trump, yaitu Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Kesiapan Ukraina tersebut muncul setelah Kremlin mengumumkan jeda serangan terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv. Presiden Rusia, Vladimir Putin, disebut memerintahkan penghentian serangan selama tiga hari yang dimulai pada tengah malam waktu setempat.
| Baca juga: Sekjen PBB Kecam Serangan Rusia ke Ukraina |
Witkoff dan Kushner sebelumnya tiba di Moskow untuk mendorong penyelesaian konflik. Keduanya membawa proposal yang disebut Washington sebagai rencana konkret untuk mengakhiri perang.
Trump mengatakan delegasi tersebut datang ke Rusia bukan sekadar untuk melakukan pembicaraan penjajakan, melainkan membawa proposal untuk mengakhiri perang. Setelah melakukan pembicaraan di Moskow, Witkoff dan Kushner dijadwalkan mengunjungi Kyiv.
Diplomasi bolak-balik antara Moskow dan Kyiv tersebut menjadi upaya terbaru Amerika Serikat untuk mencapai terobosan dalam konflik. Ukraina kini menantikan respons Rusia terhadap kesiapan gencatan senjata yang telah diumumkan Zelenskyy.
Kedua pihak diharapkan memanfaatkan jeda serangan untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi perundingan. Upaya diplomatik tersebut diharapkan dapat membuka jalan menuju penghentian perang Rusia-Ukraina secara lebih permanen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....