Kasus Ebola di Kongo Tembus 6.604, Sebanyak 3.175 Meninggal

  • 08 Sep 2026 13:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kasus Ebola terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo mencapai 6.604 dengan total 3.175 kematian berdasarkan data Institut Kesehatan Masyarakat Nasional DRC per 7 September 2026.
  • Dalam 24 jam terakhir, dilaporkan 82 kasus baru dan 41 kematian, menunjukkan tren peningkatan kasus wabah Ebola yang berkelanjutan.
  • Data resmi dari lembaga kesehatan nasional DRC mengindikasikan tingkat kematian yang signifikan dengan rasio kematian terhadap kasus yang cukup tinggi mencapai 48%.

RRI.CO.ID, Kinshasa — Jumlah kasus Ebola terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo (DRC) terus meningkat dan kini mencapai 6.604 kasus. Sebanyak 3.175 orang dilaporkan meninggal akibat wabah tersebut, berdasarkan data Institut Kesehatan Masyarakat Nasional DRC (INSP), Senin, 7 September 2026.

Melansir dari Bernama, dalam 24 kurun waktu 24 jam, tercatat 82 kasus baru dan 41 kematian. Dengan tambahan tersebut, total kasus sejak awal wabah mencapai 6.604 kasus, sementara jumlah kematian mencapai 3.175 orang.

Namun, dokter dan pekerja kemanusiaan memperkirakan angka resmi tersebut kemungkinan belum menggambarkan jumlah kasus yang sebenarnya. Berdasarkan kondisi di Provinsi Ituri dan Kivu Utara, masih banyak orang yang terinfeksi tetapi tidak tercatat dalam sistem pemantauan epidemiologi.

Sebagian besar dari mereka juga dilaporkan meninggal di luar fasilitas medis. Kondisi tersebut membuat jumlah kasus dan korban sebenarnya sulit diketahui secara akurat.

Wabah ini disebabkan oleh strain baru virus Ebola Bundibugyo. Hingga kini, belum ada vaksin maupun pengobatan untuk strain tersebut yang secara resmi mendapatkan lisensi.

Meski demikian, data laboratorium menunjukkan vaksin Ervebo kemungkinan dapat memberikan perlindungan tertentu terhadap strain Bundibugyo. Vaksin tersebut sebelumnya dikembangkan untuk menghadapi varian Ebola lainnya.

Para peneliti masih terus mempelajari efektivitas Ervebo terhadap strain Bundibugyo. Ketidakpastian mengenai perlindungan vaksin menjadi salah satu tantangan dalam penanganan wabah.

Peningkatan kasus dalam waktu singkat menunjukkan bahwa Ebola masih menjadi ancaman serius di DRC. Keterbatasan pencatatan kasus dan tingginya angka kematian di luar fasilitas kesehatan juga semakin menyulitkan upaya pemantauan penyebaran virus.

Pemerintah dan tenaga kesehatan menghadapi tantangan besar untuk mengendalikan wabah tersebut. Penanganan Ebola di DRC membutuhkan respons kesehatan yang lebih kuat serta perhatian dan dukungan internasional yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....