Turki Dorong Diplomasi Redakan Ketegangan Iran-AS
- 05 Sep 2026 14:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan percakapan telepon dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada Jumat, 4 September 2026.
- Kedua pemimpin membahas meningkatnya ketegangan di kawasan serta perkembangan regional dan global dalam percakapan tersebut.
- Erdogan menyatakan Turki sedang berupaya membantu mengakhiri ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat melalui peran mediasi.
RRI.CO.ID, Ankara — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan percakapan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Percakapan tersebut dilakukan pada Jumat, 4 September 2026, dilansir dari Anadolu dan Yeni Safak.
Kedua pemimpin membahas meningkatnya ketegangan di kawasan serta perkembangan regional dan global. Dalam percakapan tersebut, Erdogan mengatakan Turki sedang berupaya membantu mengakhiri ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Ankara juga berusaha membantu menyelesaikan konflik dan krisis lain yang terjadi di Timur Tengah. Erdogan menegaskan bahwa Turki akan terus menjalankan diplomasi yang berorientasi pada perdamaian.
Ia juga mengatakan Ankara tidak akan pernah membenarkan serangan terhadap negara-negara sahabat di kawasan. Erdogan menentang serangan militer terhadap negara-negara Muslim tetangga.
Menurutnya, sikap tersebut merupakan bagian dari upaya Turki untuk mendorong stabilitas di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Direktorat Komunikasi Turki mengatakan Erdogan secara aktif menjalankan berbagai inisiatif untuk meredakan kebuntuan antara Teheran dan Washington.
Ankara juga berupaya membantu menyelesaikan konflik lain di berbagai wilayah Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat saat ini berkaitan antara lain dengan keamanan maritim dan perundingan nuklir.
Turki selama ini mempertahankan hubungan kerja sama dengan Teheran maupun Washington. Hubungan tersebut memungkinkan Ankara memainkan peran sebagai penghubung dalam berbagai krisis sebelumnya.
Turki juga pernah menjadi tuan rumah pembicaraan melalui jalur belakang antara pihak-pihak yang berselisih. Erdogan berupaya mempertahankan posisi Turki sebagai mediator di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....