WMO Peringatkan El Nino Bisa Jadi yang Terkuat Beberapa Dekade
- 04 Sep 2026 14:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan fenomena El Nino akan menguat dan berpotensi mencapai tingkat yang sangat kuat dalam beberapa bulan mendatang.
- El Nino diperkirakan akan berlangsung hingga awal 2027, menciptakan periode cuaca ekstrem yang berkepanjangan.
- Fenomena ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, banjir, dan panas ekstrem di berbagai wilayah dunia secara bersamaan.
RRI.CO.ID, Jenewa — Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan fenomena El Nino akan menguat dalam beberapa bulan mendatang. Lembaga PBB tersebut juga memperingatkan El Nino dapat mencapai tingkat yang sangat kuat.
Melansir dari Al Jazeera, Jumat, 4 September 2026, fenomena tersebut diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, banjir, dan panas ekstrem di berbagai wilayah dunia.
WMO menyebut kemungkinan El Nino berlanjut hingga Februari hampir mencapai 100 persen. Tingkat kepastian tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah disampaikan WMO dalam pembaruan mengenai El Nino dan La Nina.
El Nino merupakan fenomena cuaca alami yang meningkatkan suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik khatulistiwa. Fenomena tersebut dapat mengubah pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di berbagai wilayah dunia.
Kepala WMO Celeste Saulo mengatakan El Nino kali ini berpotensi menjadi yang terkuat sejak pemantauan dimulai. Menurutnya, kekuatan fenomena tersebut bahkan dapat berada di luar grafik pemantauan yang digunakan selama empat dekade terakhir.
El Nino diperkirakan mencapai puncaknya menjelang akhir 2026, namun, dampaknya terhadap iklim diperkirakan terus berlangsung hingga 2027. Panas dari lautan dilepaskan secara perlahan ke atmosfer sehingga dapat meningkatkan suhu global pada tahun berikutnya.
El Nino yang terjadi pada 2023-2024 turut berkontribusi menjadikan 2024 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat. Saulo mengatakan rekor suhu tersebut berpotensi kembali terpecahkan.
WMO juga memperingatkan El Nino yang sangat kuat akan berdampak besar terhadap pola suhu dan curah hujan. El Nino sendiri merupakan fenomena alami dan tidak disebabkan oleh perubahan iklim.
Namun, perubahan iklim akibat pembakaran bahan bakar fosil dapat memperparah dampak panas yang ditimbulkan fenomena tersebut. El Nino juga berpotensi memperkuat berbagai kondisi cuaca ekstrem.
WMO memperkirakan suhu pada September hingga November akan berada di atas normal di hampir seluruh wilayah daratan. Pola curah hujan juga diperkirakan menunjukkan respons atmosfer yang kuat terhadap El Nino Pasifik.
WMO meminta berbagai pihak segera meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino. Fenomena tersebut dapat memengaruhi cuaca, masyarakat, dan perekonomian global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....