Indonesia Desak Langkah Nyata Organisasi Kerja Sama Islam Hadapi Israel
- 31 Agt 2026 07:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia kembali menyoroti berbagai kekerasan dan pelanggaran hukum internasional lainnya yang terus dilakukan Israel di tanah Palestina.
- Hal itu disampaikan Wamenlu Anis Matta dalam Konferensi Tingkat Menlu Luar Biasa ke-23 Organisasi Kerja Sama Islam (KTM-LB OKI), Kamis, 27 Agustus di Jeddah, Arab Saudi.
- KTM-LB juga menyepakati Ismail Ould Cheikh Ahmed sebagai Sekretaris Jenderal OKI untuk periode 2026-2031 menggantikan Hissein Brahim Taha dari Chad.
RRI.CO.ID, Jeddah - Indonesia kembali menyoroti berbagai kekerasan dan pelanggaran hukum internasional lainnya yang terus dilakukan Israel di tanah Palestina. Seperti perluasan pemukiman ilegal, aneksasi tanah Palestina dan pembunuhan warga Palestina.
Hal itu disampaikan Wamenlu Anis Matta dalam Konferensi Tingkat Menlu Luar Biasa ke-23 Organisasi Kerja Sama Islam (KTM-LB OKI), Kamis, 27 Agustus di Jeddah, Arab Saudi. “OKI harus mampu membangun wibawa organisasi. Tidak dengan kecaman dan pernyataan tetapi melalui aksi nyata dan berkelanjutan,” ujar Wamenlu Anis yang hadir mewakili Menlu RI.
Menurutnya, dalam pandangan Indonesia, situasi di Timur Tengah sangat kritis. Dampak perang regional yang terus berlangsung ternyata meluas jauh, melampaui batas-batas wilayah Timur Tengah.
Sementara itu, Israel memanfaatkan pecahnya perhatian OKI dengan melanjutkan berbagai kejahatan. Di tengah situasi ini, kemampuan OKI untuk terus bekerja semakin diuji.
“OKI harus memaksimalkan kemampuan dan mekanismenya untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas berbagai kejahatannya. Serta, mengkategorikan tindakan kekerasan para pemukim ilegal sebagai aksi terorisme,” kata Wamenlu Anis dilansir dari laman Kemlu RI, Senin, 31 Agustus.
Sementara, KTM-LB juga menyepakati Ismail Ould Cheikh Ahmed sebagai Sekretaris Jenderal OKI untuk periode 2026-2031 menggantikan Hissein Brahim Taha dari Chad. Adapun Ismail berasal dari Mauritania, dan pernah menjabat sebagai menlu negara tersebut.
Wamenlu Anis juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Sudan, Menlu Palestina, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Wamenlu Turki, dan Wamenlu Somalia. Sejumlah pertemuan bilateral itu dimanfaatkan untuk membahas kerja sama bilateral serta isu-isu di regional dan global yang menjadi kepentingan bersama.
“Partisipasi Indonesia dalam KTM-LB merupakan salah satu realisasi amanat konstitusi untuk berperan aktif dalam memajukan perdamaian dunia. Khususnya, dalam menghentikan perang di Timur Tengah yang dampak negatifnya terus dirasakan berbagai negara di dunia,” kata Wamenlu Anis menekankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....