Media Sosial Twitter.now Kembali Aktif, Pengguna Bisa Daftar untuk Uji Coba

  • 30 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Operation Bluebird meluncurkan Twitter.now, platform media sosial baru yang menggunakan nama dan identitas Twitter.
  • Sengketa merek dengan X Corporation masih berlangsung, setelah hakim menyampaikan pandangan sementara terkait hak kekayaan intelektual Twitter.
  • Twitter.now mengandalkan AI Vera, yang memeriksa klaim, memberikan skor kepercayaan, dan direncanakan membantu moderasi konten.

RRI.CO.ID, Jakarta - Startup Operation Bluebird meluncurkan Twitter.now, platform media sosial baru yang menggunakan nama dan identitas Twitter secara langsung. Peluncuran berlangsung ketika perusahaan masih menghadapi gugatan X Corporation terkait kepemilikan merek Twitter dan identitas lamanya secara hukum.

Operation Bluebird didirikan Stephen Coates, mantan penasihat hukum merek Twitter, yang menilai X telah meninggalkan merek setelah rebranding. Setelah Elon Musk mengubah Twitter menjadi X, perusahaan rintisan itu melihat peluang untuk mengklaim kembali merek Twitter tersebut.

Namun, X Corporation menggugat Operation Bluebird dan meminta pengadilan federal Delaware segera menghentikan peluncuran platform dengan nama tersebut. Dalam sidang April 2026, Hakim Colm Connolly menyampaikan pandangan sementara mengenai sejumlah hak kekayaan intelektual yang sedang dipersoalkan.

Hakim menilai X tampaknya melepaskan klaim atas kata tweet dan logo burung, serta kemungkinan merek Twitter juga. Meski begitu, pengadilan belum menerbitkan putusan tertulis sehingga status kepemilikan merek Twitter masih menjadi bagian sengketa hukum tersebut.

Coates menilai pandangan hakim tersebut cukup menjadi alasan bagi Operation Bluebird menjalankan Twitter.now tanpa menunggu keputusan pengadilan. Menurut Coates, Twitter.now bukan upaya menghidupkan kembali platform lama, melainkan layanan baru yang mengutamakan kepercayaan dan pilihan pengguna.

Platform tersebut kini masih dalam tahap awal dan baru memiliki ratusan pengguna selama masa pengujian yang terbatas. Pengguna yang ingin mencoba layanan itu dapat membayar 20 dolar Amerika Serikat untuk memperoleh akses awal sebagai anggota.

Secara tampilan, Twitter.now menghadirkan fitur familiar seperti kolom balasan, unggahan singkat, dan mekanisme retweet bagi para penggunanya. Perbedaan utama platform baru tersebut terletak pada Vera, sistem kecerdasan buatan otomatis untuk memeriksa klaim dalam setiap unggahan.

Vera menganalisis unggahan, memeriksa klaim, menyediakan sumber serta konteks, kemudian memberikan skor kepercayaan kepada pengguna secara otomatis berdasarkan analisis. Pengguna dapat menentukan tingkat kepercayaan yang diinginkan untuk menyaring unggahan dengan kredibilitas rendah dari linimasa mereka sendiri juga.

Operation Bluebird berencana mengembangkan Vera untuk membantu moderasi konten sekaligus memberi pengguna kendali lebih besar terhadap tampilan linimasa. Kehadiran Twitter.now menambah persaingan media sosial sekaligus membuka babak sengketa merek antara Operation Bluebird dan X Corporation.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....