IMO: 400 Kapal dan 6.000 Pelaut Terjebak di Teluk akibat Konflik
- 29 Agt 2026 16:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekitar 400 kapal dan 6.000 pelaut masih terdampar di kawasan Teluk akibat konflik yang berlangsung di Timur Tengah.
- Krisis maritim ini telah berlangsung selama enam bulan sejak perang dimulai, berdampak signifikan pada transportasi laut internasional.
- Sebagian kapal dan awaknya telah berhasil meninggalkan kawasan Teluk meskipun masih ada jumlah besar yang terjebak di lokasi tersebut.
RRI.CO.ID, Jenewa — Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengatakan sekitar 400 kapal dan 6.000 pelaut masih terdampar di kawasan Teluk. Hal tersebut disebabkan konflik yang berlangsung di Timur Tengah, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kondisi tersebut telah berlangsung selama enam bulan sejak perang dimulai. Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengatakan sebagian kapal dan awaknya memang telah berhasil meninggalkan kawasan Teluk.
Namun, hingga 400 kapal yang membawa sekitar 6.000 pelaut belum dapat meninggalkan wilayah tersebut dengan aman. Dominguez menggambarkan situasi di Selat Hormuz sebagai kondisi yang masih belum terselesaikan.
Selat tersebut merupakan jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap jalur tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas pelayaran, tetapi juga dapat mengganggu rantai pasokan energi dan komoditas penting.
IMO telah memverifikasi sedikitnya 70 serangan terhadap pelayaran internasional sejak perang dimulai pada 28 Februari. Serangan-serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 19 pelaut meninggal dunia.
Gangguan terhadap rantai pasokan bahan bakar dan pupuk dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi masyarakat serta perekonomian dunia. Menurut Dominguez, situasi tersebut sangat memprihatinkan bagi ribuan pelaut yang harus bekerja dalam kondisi risiko dan ketidakpastian tinggi.
Ia menekankan bahwa para pelaut tersebut merupakan pekerja yang tidak terlibat dalam konflik. Mereka tetap harus menjalankan tugas di tengah meningkatnya ancaman terhadap keselamatan pelayaran.
Dominguez menyerukan adanya kemauan politik baru dari negara-negara anggota IMO dan industri pelayaran untuk memulihkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz. Menurutnya, keamanan dan kelancaran jalur pelayaran harus segera dipulihkan untuk mengurangi dampak terhadap perdagangan internasional.
IMO menilai pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz menjadi hal penting untuk menjaga kelancaran perdagangan global. Upaya diplomatik antara pihak-pihak yang bertikai dinilai diperlukan untuk mengakhiri ketidakpastian dan memastikan keselamatan kapal serta awak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....