Iran Kaitkan Pembukaan Selat Hormuz dengan Komitmen AS

  • 29 Agt 2026 16:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan pencapaian kesepakatan dengan Oman terkait pembukaan kembali rute pelayaran melalui Selat Hormuz yang strategis.
  • Implementasi kesepakatan bergantung pada pemenuhan sejumlah komitmen Amerika Serikat berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani pada Juni 2026.
  • Rute pelayaran yang telah disepakati dengan Oman telah disampaikan kepada Pemimpin Tertinggi Iran untuk persetujuan lebih lanjut.

RRI.CO.ID, Teheran — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai rute pelayaran melalui Selat Hormuz. Iran menyatakan akan membuka kembali jalur strategis tersebut, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Namun, keputusan itu bergantung pada pemenuhan sejumlah komitmen Amerika Serikat berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani pada Juni. Pezeshkian mengatakan rute pelayaran yang disepakati dengan Oman telah disampaikan kepada Pemimpin Tertinggi Iran.

Pemerintah Iran kini menindaklanjuti pengaturan tersebut sebagai bagian dari upaya mengembalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Menurut Pezeshkian, pembukaan kembali selat juga bergantung pada pencabutan sanksi dan blokade oleh Amerika Serikat.

Iran juga meminta pembebasan aset yang dibekukan, dimulainya investasi, serta berakhirnya perang di Lebanon sebagai bagian dari komitmen Washington. Pezeshkian mengatakan pihak Amerika Serikat menerima gagasan untuk kembali pada nota kesepahaman tersebut.

Ia menilai kesepakatan itu sebelumnya telah memberikan sejumlah manfaat bagi Iran sebelum akhirnya runtuh. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran disebut telah mencapai konsensus mengenai kesepakatan tersebut.

Sebanyak 12 dari 13 anggota dewan memberikan suara mendukung, yang oleh Pezeshkian disebut sebagai pencapaian penting. Menurutnya, sanksi dan blokade sebelumnya sempat dicabut berdasarkan kesepakatan.

Pezeshkian mengatakan bahwa Iran berupaya mengembalikan Selat Hormuz ke kondisi sebelum konflik. Namun, ia menilai ketidakpatuhan terhadap kesepakatan menyebabkan Nota Kesepahaman Islamabad akhirnya runtuh.

Iran dan Oman kini melakukan pembicaraan mengenai pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Pembicaraan tersebut berlangsung setelah kesepakatan antara Washington dan Teheran runtuh pada bulan sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....