Tiongkok Peringatkan Danau Jebol Picu Banjir Susulan Nepal-Tibet
- 29 Agt 2026 15:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiongkok mengeluarkan peringatan dini tentang risiko tinggi jebolnya danau yang terbentuk akibat tanah longsor di kawasan perbatasan Nepal-Tibet.
- Potensi banjir kedua yang lebih besar bisa terjadi di wilayah hilir jika danau longsor tersebut jebol, menambah ancaman bagi penduduk lokal.
- Banjir bandang mematikan yang telah terjadi pada Rabu diduga dipicu oleh runtuhnya bagian gletser gunung yang terjatuh ke sungai, memperkuat kekhawatiran tentang stabilitas geografi kawasan.
RRI.CO.ID, Beijing — Tiongkok memperingatkan risiko tinggi jebolnya sebuah danau yang terbentuk akibat tanah longsor di dekat perbatasan Nepal-Tibet. Jika danau tersebut jebol, banjir kedua berpotensi terjadi di wilayah hilir, dilansir dari BBC News, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Peringatan tersebut muncul setelah banjir bandang mematikan melanda kawasan yang sama pada Rabu. Para ilmuwan menduga banjir tersebut dipicu runtuhnya bagian gletser gunung ke sungai.
Runtuhnya gletser tersebut kemudian membawa aliran air dan material dalam jumlah besar ke wilayah hilir. Hingga Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar 2,5 juta meter kubik air telah terkumpul di danau tersebut.
Sekitar tiga juta meter kubik air diperkirakan masih akan masuk ke danau hingga akhir pekan, sehingga meningkatkan risiko jebolnya tanggul alami. Kementerian Sumber Daya Air Tiongkok menjelaskan danau tersebut terbentuk ketika material longsoran membendung aliran sungai.
Danau itu berada di pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo yang diyakini menjadi asal gletser yang runtuh. Lokasi danau juga berada beberapa kilometer di hulu Pelabuhan Gyirong, jalur penyeberangan darat utama yang menghubungkan Nepal dan Tiongkok.
Pelabuhan tersebut sebelumnya terdampak banjir besar pada Rabu, 26 Agustus 2026. Danau mulai meluap pada Kamis, 27 Agustus 2026 setelah volume air terus meningkat.
Pada Jumat, drone militer Tiongkok merekam longsoran salju di sebuah gunung bersalju yang membawa sekitar 50.000 meter kubik material es ke danau. Otoritas Tiongkok kemudian mengeluarkan peringatan dan mempersiapkan evakuasi darurat.
Operasi penyelamatan sempat dihentikan karena kondisi danau yang terus meluap berpotensi menyebabkan banjir baru dan aliran material longsoran. Namun, pada Jumat sore, media pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa risiko dari danau di hulu telah terkendali.
Tim teknik dikerahkan untuk memantau ketinggian air dan kondisi atmosfer di sekitar danau. Drone juga digunakan untuk mengirimkan peralatan dan pasokan bantuan ke lokasi yang sulit dijangkau.
Hujan lebat dan badai yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang juga dapat meningkatkan volume air danau. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena peningkatan volume air dapat memperbesar tekanan pada tanggul alami.
Sementara itu, otoritas Nepal juga memperingatkan kemungkinan penyumbatan aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli yang dapat memicu banjir tambahan. Masyarakat diminta menjauh dari sungai hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....