Korban Banjir Nepal-Tibet Capai 584 Orang, 2.482 Masih Hilang

  • 29 Agt 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, bertambah menjadi 584 orang.
  • Selain itu, sebanyak 2.482 orang dilaporkan masih hilang di kedua sisi perbatasan.
  • Palang Merah Internasional atau Red Cross menyebut dampak bencana tersebut sangat parah dengan perkiraan awal menunjukkan sekitar 93.000 orang kemungkinan terdampak.

RRI.CO.ID, Kathmandu - Korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, bertambah menjadi 584 orang. Selain itu, sebanyak 2.482 orang dilaporkan masih hilang di kedua sisi perbatasan.

Dilansir AFP, Sabtu 29 Agustus 2026, otoritas penanggulangan bencana Nepal pada Jumat melaporkan sedikitnya 579 orang meninggal. Sementara itu, China melaporkan lima korban jiwa di wilayah Tibet.

Palang Merah Internasional atau Red Cross menyebut dampak bencana tersebut sangat parah. Perkiraan awal menunjukkan sekitar 93.000 orang kemungkinan terdampak, sementara jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan bertambah.

"Akibat rusaknya jalan dan jembatan serta terputusnya jaringan seluler dan aliran listrik, kami belum dapat menjangkau beberapa wilayah yang paling parah terdampak. Trauma akibat peristiwa ini sangat luar biasa," ujar Kepala Delegasi Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk Nepal, David Fisher.

Di sisi lain, tim penyelamat di wilayah otonom Tibet, China, telah mencapai lokasi utama yang hancur akibat tanah longsor dahsyat. Kantor berita pemerintah China, Xinhua, melaporkan enam anggota tim tanggap darurat dari Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tibet serta 15 anggota tim dari Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sichuan bersama seekor anjing pelacak tiba di wilayah perbatasan pada Kamis (28/8).

Mereka disebut sebagai tim profesional pertama yang mencapai lokasi utama operasi penyelamatan. Otoritas Nepal secara signifikan meningkatkan jumlah orang yang dilaporkan hilang menjadi 1.924 orang pada Jumat.

Sementara itu, data terbaru pejabat China pada Kamis mencatat 558 orang masih hilang di wilayah terdampak. Jika digabungkan, jumlah orang hilang di kedua sisi perbatasan mencapai 2.482 orang.

Menurut Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal, mereka yang hilang termasuk 517 warga negara asing. Serta 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berada di kawasan sungai terdampak.

Di tengah operasi pencarian dan penyelamatan, Nepal juga mengeluarkan peringatan kepada warga untuk berpindah ke tempat yang lebih tinggi setelah muncul laporan mengenai jebolnya sebuah bendungan di Tibet. China kemudian menghentikan sementara upaya penyelamatan setelah sebuah danau yang terbentuk akibat tumpukan besar puing dilaporkan mulai meluap.

Media pemerintah China menyebut risiko dari danau tersebut kemudian "menurun" dan operasi penyelamatan berlangsung secara tertib. Namun, belum dapat dipastikan apakah danau yang meluap tersebut merupakan lokasi yang sama dengan bendungan yang dilaporkan jebol dalam peringatan otoritas Nepal.

Kerusakan infrastruktur dan terputusnya akses komunikasi membuat upaya pencarian korban di sejumlah wilayah terpencil masih menghadapi kendala. Kondisi tersebut juga menyulitkan otoritas untuk memastikan jumlah korban dan orang hilang secara keseluruhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....