Menlu RI: JMC dengan Selandia Baru Hasilkan Potensi Kerja Sama di 3 Sektor
- 28 Agt 2026 09:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertemuan JMC ke-13 menghasilkan kerja sama potensial di tiga sektor, yaitu penyediaan protein, kerja sama energi terbarukan dan sertifikasi halal.
- Di sektor penyediaan protein secara khusus merupakan keinginan Presiden Prabowo Subianto, agar Indonesia bisa mendapatkan sapi untuk menghasilkan susu berkualitas.
- Selandia Baru menyampaikan telah memiliki lembaga kodefikasi halal yang diakomodir oleh komunitas muslim setempat.
RRI.CO.ID, Auckland - Menlu RI Sugiono dan Menlu Selandia Baru Winston Peters memimpin pertemuan ke-13 Komisi Menteri Bersama (JMC) Indonesia-Selandia Baru, Jumat, 28 Agustus. Pertemuan yang berlangsung di Auckland ini menghasilkan kerja sama potensial di tiga sektor, yaitu penyediaan protein, kerja sama energi terbarukan dan sertifikasi halal.
Di sektor penyediaan protein secara khusus merupakan keinginan Presiden Prabowo Subianto, agar Indonesia bisa mendapatkan sapi untuk menghasilkan susu berkualitas. Kata Menlu RI Sugiono yang ditemui usai pertemuan.
“Namun setelah mendengar tadi permintaan pihak mereka juga akan mencari langkah-langkah baru dalam rangka mempercepat pemenuhan kebutuhan susu di Indonesia. Termasuk, soal pengiriman ternak ke Indonesia, mereka juga menyampaikan beberapa hal terkait dengan upaya tersebut, yaitu mengenai akses pasar dan kita akan tindaklanjuti,” kata Menlu Sugiono kepada wartawan usai pertemuan yang berlangsung di Hotel Park Hyatt Auckland, Selandia Baru.
Menlu Sugiono mengungkapkan, Indonesia mengharapkan kerja sama ini akan berlangsung secara berkelanjutan. Seperti dengan adanya pemanfaatan teknologi dalam upaya meningkatkan produktivitas susu dalam negeri.
“Mereka lebih meng-address kepada bagaimana bukan semata-mata menyanggupi saja tapi lebih dari itu saya kira niatnya juga bagaimana supaya ini sustainable. Makanya tadi disebut juga bisa ada teknologi transfer gen, jadi lebih lebih menurut saya lebih mendasar,” ucapnya.

Menlu RI menyebut, JMC ke-13 lebih memfokukan pada kerja sama yang bersifat ekspansif, sejalan dengan komitmen kedua negara untuk implementasi kemitraan komprehensif. Oleh karena itu menurutnya, Selandia Baru secara serius menyampaikan ketertarikan untuk kerja sama di sektor energi terbarukan seperti geotermal.
“Dalam percakapan tadi hal-hal yang sifatnya ekspansif dibanding kerjasama bilateral yang biasa saya kira itu yang dibahas. Termasuk tadi penyediaan energi dari geotermal bagaimana upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh Selandia Baru dalam rangka membantu itu,” ucapnya menambahkan.
Sektor kerja sama halal juga menjadi komitmen Indonesia dan Selandia Baru dalam kerangka pertemuan JMC ke-13. Selandia Baru menyampaikan telah memiliki lembaga kodefikasi halal yang diakomodir oleh komunitas muslim setempat.
“Namun pada saat istilahnya ini diajukan ke Indonesia, ada proses yang lebih lanjut yang perlu dilakukan di Indonesia. Ini juga yang mereka sampaikan fokus mereka kepada kami, kita juga tadi bilang akan ditindaklanjuti,” kata Menlu RI menegaskan.
Adapun Indonesia dan Selandia Baru telah menyepakati Mutual Recognition Arrangement (MRA) untuk standar halal. Kesepakatan ini dicapai pada JMC ke-12 yang berlangsung Juni tahun lalu di Jakarta.
Pertemuan JMC RI-Selandia Baru ke-13 juga membahas mengenai penguatan kerja sama di sektor antarmasyarakat. Utamanya dalam meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia berkuliah di Selandia Baru dan sebaliknya.
Sementara, pertemuan JMC ke-13 turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto dan Duta Besar RI untuk Selandia Baru Fientje Maritje Suebu. Kemudian, Penasihat Senior Urusan Luar Negeri Kemlu Selandia Baru, Michael Appleton dan Manajer Unit di Divisi Asia Selatan dan Asia Tenggara, Justin Fepulea’i.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....