Pejabat BoP Peringatkan Gaza Tak Mampu Hadapi Bencana Baru

  • 27 Agt 2026 17:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi AS untuk Gaza, memperingatkan bahwa Gaza tidak mampu menghadapi bencana lain dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada 26 Agustus 2026.
  • Runtuhnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas dapat menjadi titik tanpa jalan kembali bagi wilayah Gaza.
  • Keruntuhan gencatan senjata akan menghilangkan peluang untuk membangun kembali Gaza dan membawa dampak kemanusiaan yang lebih parah.

RRI.CO.ID, New York — Perwakilan tinggi Amerika Serikat untuk Gaza, Nickolay Mladenov, memperingatkan bahwa Gaza tidak mampu menghadapi bencana lain. Ia menyampaikan peringatan tersebut dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu, 26 Agustus 2026, dilansir dari Arab News.

Mladenov mengatakan runtuhnya gencatan senjata antara Israel dan Hamas dapat menjadi titik tanpa jalan kembali. Menurutnya, keruntuhan tersebut juga akan menghilangkan peluang untuk membangun kembali Gaza.

Mladenov ditugaskan Amerika Serikat untuk memimpin Board of Peace, badan yang bertugas mengawasi pemerintahan, rekonstruksi, dan koordinasi keamanan di Gaza. Dalam sidang tersebut, ia memaparkan perkembangan peta jalan Board of Peace yang terdiri dari 15 poin.

Peta jalan tersebut diterima Hamas dan sejumlah faksi Palestina pada 30 Juli. Dalam kesepakatan itu, kelompok-kelompok bersenjata setuju menyerahkan senjata dan kewenangan pemerintahan kepada pemerintahan transisi yang diakui PBB.

Mladenov menyebut kesepakatan tersebut sebagai terobosan bersejarah, namun kesepakatan pelucutan senjata tidak berarti Gaza langsung bebas dari senjata. Peta jalan tersebut didasarkan pada penerimaan demiliterisasi penuh oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya.

Pelaksanaan setiap tahap akan ditentukan berdasarkan pencapaian, bukan batas waktu kalender. Mladenov menegaskan seluruh proses harus diverifikasi secara ketat untuk memastikan kesepakatan benar-benar dijalankan.

Senjata kelompok bersenjata nantinya akan ditempatkan di bawah pengawasan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza. Komite tersebut dipimpin teknokrat Palestina Ali Shaath dan dibentuk berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Komite tersebut telah menyusun program pemulihan selama enam bulan serta rencana terkait keamanan dan layanan publik. Mladenov menegaskan komite tersebut bukan pengganti Otoritas Palestina dan hanya akan menjalankan pemerintahan selama masa transisi.

Mengenai kondisi kemanusiaan, Mladenov mengatakan situasi di Gaza telah membaik secara signifikan dibandingkan setahun sebelumnya. Namun, ia memperingatkan bahwa kemajuan tersebut sangat mudah kembali memburuk.

Kekurangan pendanaan yang dilaporkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dapat mengganggu pasokan makanan dan bantuan mulai akhir September. Kekurangan tempat tinggal juga masih menjadi persoalan menjelang musim dingin.

Mladenov menilai kebijakan Israel mengenai masuknya material tempat tinggal ke Gaza tidak dapat diterima. Ia mendesak agar peralatan tempat tinggal yang lebih baik diizinkan masuk ke wilayah tersebut.

Sementara itu, Pasukan Stabilisasi Internasional untuk Gaza terus berkembang dengan kontribusi pasukan dari sejumlah negara. Mekanisme dekonfliksi juga dikembangkan untuk menangani ancaman sebelum berkembang menjadi eskalasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....