Iran-Oman Sepakati Bagi Pendapatan dari Selat Hormuz

  • 27 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pembagian pendapatan dari Selat Hormuz, mencakup wilayah perairan dan revenue sharing antara kedua negara.
  • Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi mengumumkan kesepakatan tersebut di tengah terus berlanjutnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat atas kendali jalur perairan strategis.
  • Amerika Serikat dinyatakan menghambat proses pembahasan kesepakatan, sehingga kemajuan menjadi tertunda dan memperumit situasi geopolitik di kawasan Teluk Persia.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai pembagian pendapatan dari Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut diumumkan ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait kendali atas jalur perairan strategis itu masih berlangsung.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Hossein Mohebbi mengatakan kesepakatan mencakup pembagian wilayah perairan dan pendapatan antara Iran dan Oman. Menurutnya, Amerika Serikat menghambat proses tersebut sehingga kemajuan pembahasan menjadi tertunda, dilansir dari The Business Times, Kamis, 27 Agustus 2026.

Pernyataan IRGC tersebut lebih jauh dibandingkan pernyataan bersama Iran dan Oman sehari sebelumnya. Dalam pernyataan tersebut, kedua negara hanya menyebut pembahasan kerangka sementara untuk melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Mereka tidak menyebutkan mengenai kesepakatan mengenai biaya atau pendapatan. Iran menegaskan kesepakatan dengan Oman saja belum cukup untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Teheran mengatakan pembukaan kembali jalur tersebut juga bergantung pada sikap dan langkah Amerika Serikat. Teheran menyatakan normalisasi lalu lintas pelayaran akan bergantung pada pemenuhan nota kesepahaman yang ditandatangani dengan Amerika Serikat pada Juni.

Kesepakatan tersebut mencakup pencabutan sanksi dan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran serta pencairan aset Iran yang dibekukan. Hingga kini, Washington belum menunjukkan kesediaan untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Meski demikian, pembicaraan antara Iran dan Oman telah membantu menurunkan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir. Analis menilai pembentukan koridor pelayaran sementara menjadi salah satu perkembangan paling konstruktif terkait Selat Hormuz dalam beberapa waktu terakhir.

Iran sebelumnya mulai mengenakan biaya transit kepada sejumlah kapal pada beberapa pekan pertama konflik. Namun, Teheran kemudian mengubah penyebutan biaya tersebut menjadi biaya layanan.

Oman mengatakan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO) bahwa pihaknya menentang pengenaan biaya transit di Selat Hormuz. Namun, kapal kemungkinan tetap harus membayar biaya untuk layanan tertentu yang berkaitan dengan pelayaran.

Selat Hormuz hingga kini masih sebagian besar tertutup. Meski demikian, sejumlah kapal tetap melintas sehingga jutaan barel minyak per hari masih dapat keluar melalui jalur strategis tersebut.

Kesepakatan sementara antara Iran dan Oman diharapkan dapat membantu memperlancar lalu lintas maritim. Namun, pembukaan penuh Selat Hormuz masih bergantung pada penyelesaian perselisihan antara Teheran dan Washington.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....