PBB Kerahkan Bantuan untuk Korban Banjir Parah di Nepal

  • 27 Agt 2026 14:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PBB mengerahkan bantuan dan personel untuk membantu masyarakat Nepal yang terdampak banjir parah.
  • Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan bahwa banjir di Nepal dan Tiongkok telah menyebabkan banyak korban jiwa dan orang hilang.
  • Banjir yang melanda kedua negara tersebut menimbulkan kerusakan besar di sejumlah wilayah.

RRI.CO.ID, Kathmandu — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengerahkan bantuan dan personel untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir parah di Nepal. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu, 26 Agustus 2026, dilansir dari Anadolu.

Guterres mengatakan dirinya sedih atas bencana banjir yang melanda Nepal dan Tiongkok. Menurutnya, banjir tersebut telah menyebabkan banyak korban jiwa, orang hilang, serta kerusakan besar di sejumlah wilayah.

Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan mendoakan agar warga yang terluka segera pulih. Ia mengatakan tim PBB kini mendukung upaya penanganan bencana yang dipimpin oleh pemerintah Nepal.

“Di Nepal, PBB mendukung respons yang dipimpin pemerintah. Tim PBB dan mitra kemanusiaan sedang mengerahkan bantuan serta personel untuk mendukung masyarakat yang terdampak banjir,” kata Guterres.

Bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan lebih dari 680 orang hilang. Tingginya jumlah korban membuat kebutuhan kemanusiaan di wilayah terdampak meningkat.

PBB bersama mitra-mitra kemanusiaan mengerahkan bantuan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak banjir. Pemerintah Nepal tetap memimpin upaya penanganan dan penyelamatan di wilayah yang terdampak.

Selain menimbulkan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan besar terhadap infrastruktur. Berdasarkan perkiraan pemerintah Nepal, sebanyak 13 proyek pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan atau hancur akibat bencana tersebut.

Banjir juga menghancurkan sekitar 40 kilometer jalan. Kerusakan tersebut berpotensi menghambat akses menuju sejumlah wilayah yang membutuhkan bantuan dan menyulitkan proses penyelamatan.

Sekitar 200 truk turut tersapu derasnya air dan lumpur dan sebanyak 19 jembatan juga dilaporkan hanyut akibat derasnya arus banjir. Kerusakan infrastruktur tersebut menambah tantangan dalam pelaksanaan operasi penyelamatan dan distribusi bantuan.

Tim PBB dan mitra kemanusiaan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. Pengerahan personel dilakukan untuk memperkuat respons terhadap bencana.

Guterres menegaskan dukungan PBB kepada pemerintah dan masyarakat Nepal dalam menghadapi dampak banjir. PBB menyatakan akan terus membantu upaya kemanusiaan setelah bencana tersebut menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan besar di Nepal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....