Indonesia Ingin Perkuat Hubungan Bilateral dengan Norwegia di Berbagai Bidang

  • 27 Agt 2026 14:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia ingin memperkuat hubungan bilateral dengan Norwegia, utamanya, dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus tahun ini.
  • Indonesia dan Norwegia memiliki fondasi kemitraan yang kuat berlandaskan keterbukaan.
  • Komitmen penguatan hubungan itu turut meliputi sektor hubungan antarmasyarakat.

RRI.CO.ID, Oslo - Indonesia ingin memperkuat hubungan bilateral dengan Norwegia, utamanya, dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus tahun ini. Kata Duta Besar RI untuk Norwegia dan Islandia, Teuku Faizasyah dilansir dari laman Kemlu RI, Kamis, 27 Agustus 2026.

“Di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, kami menatap masa depan dengan penuh keyakinan dan optimisme. Kami tetap berkomitmen untuk bekerja erat dengan Norwegia dan seluruh mitra guna memperdalam dialog, memperkuat kerja sama di berbagai forum,” ujar Dubes RI menjelaskan.

Ia memastikan komitmen penguatan hubungan itu turut meliputi sektor hubungan antarmasyarakat. Serta, untuk berkontribusi bagi dunia yang lebih damai, berkelanjutan, dan sejahtera.

Dalam konteks hubungan bilateral, Dubes Faizasyah menekankan Indonesia dan Norwegia memiliki fondasi kemitraan yang kuat berlandaskan keterbukaan. Serta, nilai-nilai demokrasi, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

“Kesamaan nilai tersebut menjadi modal penting. Utamanya, untuk mempererat dialog strategis dan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contacts) kedua negara,” katanya.

Sementara, dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KBRI Oslo menggelar malam pagelaran budaya yang berlangsung Minggu, 24 Agustus di Victoria National Jazz Scene. Acara ini dihadiri sekitar 200 tamu yang terdiri atas korps diplomatik, pemerintah Norwegia, dunia usaha, dan diaspora Indonesia.

Acara ini turut menghadirkan State Secretary Kementerian Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Kristofer André Hansen, sebagai tamu kehormatan. Faizasyah menyebut, filosofi musik yang sejalan dengan diplomasi dalam membangun kesepahaman global di tengah dinamika geopolitik.

“Musik dan diplomasi sama-sama mengandalkan komunikasi verbal dan nonverbal. Kemampuan untuk mendengarkan dengan saksama, dan menemukan harmoni di antara suara-suara yang berbeda untuk menjembatani perbedaan,” ucap Dubes RI.

Sementara, State Secretary Kristofer André Hansen mengapresiasi capaian Indonesia dalam mengurangi deforestasi serta memperkuat kemitraan strategis di bidang iklim, energi, dan perdagangan yang terjalin sejak 1950. Menurutnya, hal itu juga menggambarkan kolaborasi kedua negara melalui musik.

“Harmoni tidak tercipta dari suara-suara yang sama. Tetapi dari suara-suara berbeda yang saling mendengarkan, merespons dengan kepercayaan, dan menemukan irama bersama,” ujar Hansen.

Resepsi diplomatik KBRI Oslo ini menghadirkan Tantowi Yahya dan Thomshell Band. Mereka membawakan narasi budaya Nusantara yang mengajak para undangan bernyanyi serta menari Gemu Fa Mi Re dan Poco-Poco bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....