Indonesia-Swis Kerja sama Pengembangan SDM bidang Perdagangan

  • 27 Agt 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Swis mengembangkan kemitraan pengembangan kapasitas SDM di bidang perdagangan komoditas global.
  • Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan asosiasi perdagangan komoditas Swis, Suissenégoce.
  • Melalui kerja sama ini, program pendidikan dan pelatihan bersertifikasi mengenai perdagangan komoditas global akan segera diselenggarakan.

RRI.CO.ID, Jenewa - Indonesia dan Swis mengembangkan kemitraan pengembangan kapasitas SDM di bidang perdagangan komoditas global. Kerja sama ini dilakukan antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan asosiasi perdagangan komoditas Swis, Suissenégoce.

Adapun penandatanganan ini dilakukan pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Jenewa. Kesepakatan ini merupakan bentuk konkret dari penguatan kerja sama ekonomi dan hilirisasi kedua negara yang juga bertepatan dengan momen peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swis.

Melalui kerja sama ini, program pendidikan dan pelatihan bersertifikasi mengenai perdagangan komoditas global akan segera diselenggarakan. Yaitu, dengan durasi lima minggu di Jakarta. Program tersebut melibatkan para pelaku bisnis dari sektor swasta maupun BUMN.

Inisiatif ini merupakan hasil dari proses komunikasi dan penjajakan intensif untuk memfasilitasi kerja sama antarlembaga kedua negara. Kata Duta Besar RI untuk Swis, Ngurah Swajaya dilansir dari laman Kemlu RI, Kamis, 27 Agustus 2026.

“KBRI Bern telah lama menjajaki upaya kemitraan Suissenégoce dengan KADIN Indonesia. {enandatanganan kerja sama ini merupakan langkah awal dan konkret yang dimulai bertepatan pada perayaan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swis,” ujar Dubes RI menambahkan.

Menurut Ngurah, program pelatihan ini dirancang untuk mengadopsi keahlian dan rekam jejak Swis. Yakni, sebagai salah satu hub perdagangan komoditas terbesar dunia yang menguasai sepertiga pangsa pasar global.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum KADIN Indonesia menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM menjadi kunci agar industri nasional mampu bersaing secara global. Anindya Bakrie turut menyebut, melalui program pelatihan ini SDM Indonesia turut diharapkan mampu menjadi pemain penting.

“Pengembangan SDM mengenai perdagangan komoditas global merupakan langkah konkret agar Indonesia tidak hanya menjadi negara produsen. Tetapi juga bisa menjadi pemain penting di pasar perdagangan komoditas dunia,” ucap Anindya menekankan.

“Kemitraan ini diharapkan dapat mendorong pelaku usaha nasional untuk memperluas jejaring internasional, memperkuat ekosistem pendukung. Serta, memajukan kapasitas perdagangan komoditas Indonesia di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....