Iran Peringatkan Konflik dengan AS Bisa Meluas
- 27 Agt 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Angkatan Darat Iran memperingatkan bahwa perang potensial dengan Amerika Serikat dapat meluas ke seluruh kawasan regional.
- Peringatan tersebut mencakup kemungkinan keterlibatan infrastruktur energi dan komunikasi dalam skenario konflik.
- Juru bicara Angkatan Darat Iran Mohammad Akraminia menekankan risiko salah perhitungan sebagai ancaman serius dalam eskalasi militer.
RRI.CO.ID, Teheran - Angkatan Darat Iran memperingatkan bahwa perang di masa depan dengan Amerika Serikat dapat meluas ke seluruh kawasan. Mereka juga memperingatkan perang tersebut bisa melibatkan infrastruktur energi serta komunikasi, dilansir dari Anadolu, Kamis, 27 Agustus 2026.
Peringatan tersebut disampaikan juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Akraminia mengatakan Iran sebelumnya telah memperingatkan pihak-pihak yang menjadi lawannya mengenai risiko “salah perhitungan”.
Menurutnya, setiap agresi terhadap Iran akan mendapat respons segera dari Teheran dan berpotensi memperluas cakupan geografis konflik. “Perang di masa depan dapat mencakup arena-arena baru,” kata Akraminia kepada kantor berita semi-resmi Mehr News Agency.
Akraminia juga mengatakan konflik di masa depan dapat melibatkan wilayah konfrontasi baru, termasuk infrastruktur energi dan komunikasi. Ia secara khusus menyoroti jaringan energi dan komunikasi yang sebagian besar berada di dasar laut.
Jaringan tersebut membentang di perairan sekitar Iran dan Semenanjung Arab serta di sepanjang Teluk Oman. Menurut Akraminia, lokasi yang memiliki kepentingan bagi pihak yang dianggap sebagai musuh Iran dapat menjadi sasaran jika terjadi agresi.
Ia menyebut lokasi-lokasi tersebut dapat masuk dalam kategori target yang sah bagi angkatan bersenjata Republik Islam Iran. Pernyataan Akraminia disampaikan di tengah konflik Iran dan Amerika Serikat yang dimulai pada 28 Februari.
Permusuhan tersebut juga mengganggu lalu lintas maritim di kawasan. Iran dan Amerika Serikat kemudian menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni melalui mediasi Qatar dan Pakistan.
Namun, Teheran sejak saat itu menuduh Washington tidak sepenuhnya menjalankan nota kesepahaman tersebut. Sementara itu, Qatar dan Pakistan terus melakukan upaya diplomatik untuk mendorong komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....