Presiden Pezeshkian: Iran Hadapi Kondisi Terburuk Perang Ekonomi
- 27 Agt 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negara sedang menghadapi kondisi terburuk dalam perang ekonomi yang terus meningkat tekanannya.
- Meskipun menghadapi tekanan ekonomi yang berat, pemerintah Iran tetap menjalankan berbagai proyek pembangunan sebagai komitmen pembangunan nasional.
- Tekanan ekonomi yang dihadapi Iran tidak selalu terlihat secara langsung seperti konflik atau perang rudal, tetapi berdampak signifikan pada stabilitas ekonomi.
RRI.CO.ID, Teheran - Iran sedang menghadapi “kondisi terburuk” dalam perang ekonomi, kata Presiden Masoud Pezeshkian. Meski tekanan ekonomi terus meningkat, ia menegaskan pemerintah tetap menjalankan berbagai proyek pembangunan di tengah situasi yang sulit.
Melansir dari Anadolu, pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Rabu, 26 Agutsus 2026. Ia mengatakan tekanan ekonomi yang dihadapi negaranya tidak selalu terlihat secara langsung seperti konflik atau perang rudal.
Menurutnya, semua orang dapat melihat dampak perang rudal, tetapi tidak semua pihak dapat menyaksikan langsung tekanan perang ekonomi. Namun demikian, ia menegaskan berbagai pekerjaan dan proyek pembangunan di Iran tetap berjalan.
Presiden Iran tersebut mengatakan negaranya masih dapat mencapai hasil yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan dukungan masyarakat dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi negara.
Selain dukungan publik, Pezeshkian juga meminta para pejabat meningkatkan akuntabilitas dalam menjalankan tugas. Ia menilai keterlibatan sektor swasta dan para investor juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kemampuan Iran menghadapi tekanan ekonomi.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan investor dapat membantu mempercepat penyelesaian berbagai masalah di dalam negeri. Pezeshkian meyakini Iran dapat meningkatkan kinerjanya meski berada di bawah tekanan berat.
Tekanan terhadap perekonomian Iran telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama akibat sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat. Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018.
Setelah itu, Amerika Serikat kembali menerapkan sanksi terhadap Teheran melalui kebijakan yang dikenal sebagai kampanye “tekanan maksimum”. Sejak saat itu, Amerika Serikat memperluas berbagai pembatasan yang menargetkan sektor-sektor utama ekonomi Iran.
Langkah tersebut mencakup pembatasan terhadap ekspor minyak, sektor keuangan, serta hubungan perdagangan internasional Iran. Pezeshkian menyerukan dukungan masyarakat dan partisipasi seluruh pihak untuk membantu negara mengatasi tantangan ekonomi yang semakin besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....